Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Pemilik ulayat tanah bandara Mopah tagih janji Bupati Merauke
  • Rabu, 29 November 2017 — 19:59
  • 1327x views

Pemilik ulayat tanah bandara Mopah tagih janji Bupati Merauke

Pemilik ulayat tanah Bandara Mopah, Samson Mahuze, kepada Jubi, Rabu (29/11/2017), mengatakan pekan lalu pihaknya melakukan pemalangan dengan memasang tenda di area miliknya seluas 12,59 hektar di Bandara Mopah karena janji bupati untuk pembayaran tanah tak kunjung direalisasikan.
Pemilik ulayat tanah Bandara Mopah saat berada di Polres Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Pemilik ulayat tanah di Bandara Mopah menagih janji Bupati Merauke, Frederikus Gebze. Meski telah disepakati bersama untuk penyelesaian ganti rugi, namun sampai sekarang belum direalisasikan.

Pemilik ulayat tanah Bandara Mopah, Samson Mahuze, kepada Jubi, Rabu (29/11/2017), mengatakan pekan lalu pihaknya melakukan pemalangan dengan memasang tenda di area miliknya seluas 12,59 hektar di Bandara Mopah karena janji bupati untuk pembayaran tanah tak kunjung direalisasikan.

Dikatakan, dalam pertemuan beberapa waktu lalu bersama pemerintah, pihaknya minta pembayaran ganti rugi Rp 1.250.000/meter. Namun Bupati Freddy minta per meter dibayar antara Rp 800.000 sampai Rp 1.000.000.

Meskipun telah disepakati, namun selang beberapa minggu kemudian ia dipanggil kembali Bupati Freddy dan disampaikan kalau pemerintah membayar Rp 1.000.000/meter. Namun pembayaran dilakukan secara bertahap.

“Kami merespon positif. Hanya saja, setelah menunggu, tak ada realisasi pembayaran tahap pertama. Sehingga pemalangan dilakukan beberapa hari lalu. Namun, Kepala Bandara Mopah melakukan negosiasi sehingga palang dibuka,” ujarnya.

Sebagai jaminannya, jelas dia, Kepala Bandara Mopah akan melakukan koordinasi bersama Bupati Merauke untuk pertemuan.

“Hari ini kami dijanjikan pertemuan antara bupati dan Kapolres di aula data polres,” tuturnya.

Hanya saja, katanya, setelah menunggu, pertemuan batal dilakukan. Karena sesuai informasi yang didapatkan, Bupati Freddy sedang tugas keluar daerah.

Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bahara Marpaung, membenarkan pembatalan pertemuan bersama pemilik ulayat tanah bandara.

“Memang rencana hari ini pertemuan, namun ada beberapa kegiatan, sehingga ditunda. Tetapi telah diagendakan untuk dilaksanakan pada Senin mendatang,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kapolres Merauke undang pemilik tanah pospol Kuda Mati

Selanjutnya

Marak kasus penganiayaan, puluhan orang datangi DPRD Merauke

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9599x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6385x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 6025x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4609x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe