Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Marak kasus penganiayaan, puluhan orang datangi DPRD Merauke
  • Rabu, 29 November 2017 — 20:21
  • 967x views

Marak kasus penganiayaan, puluhan orang datangi DPRD Merauke

Sekitar 30 orang yang tergabung dalam kelompok Aliansi Anti Kekerasan Kabupaten Merauke, mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, minta perhatian para wakil rakyat terkait maraknya kasus penganiayaan oleh orang tidak bertanggung-jawab dengan menggunakan senjata tajam, yang terjadi beberapa pekan terakhir.
Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Anti Kekerasan melakukan aksi demonstrasi di Kantor DPRD Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Sekitar 30 orang yang tergabung dalam kelompok Aliansi Anti Kekerasan Kabupaten Merauke, mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, minta perhatian para wakil rakyat terkait maraknya kasus penganiayaan oleh orang tidak bertanggung-jawab dengan menggunakan senjata tajam, yang terjadi beberapa pekan terakhir.

Pantauan Jubi, Rabu (29/11/2017), kedatangan mereka diterima Ketua DPRD Kabupaten Merauke, Fransiskus Sirfefa, serta Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bahara Marpaung.

Puluhan orang yang umumnya adalah mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi itu membawa sejumlah spanduk. Mereka mengecam berbagai kasus penganiayaan dan menyoroti kinerja aparat kepolisian.

Salah seorang orator aksi demonstrasi, Ali Imran, dalam kesempatan itu minta pertanggungjawaban kepolisian terhadap beberapa korban yang dianiaya tanpa salah dengan senjata tajam baik pisau, kampak, maupun parang di jalan. Sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) guna mendapatkan perawatan medis.

Dengan beberapa kasus pengananiayaan dalam beberapa hari terakhir, lanjut dia, mengakibatkan keresahan di kalangan masyarakat.

“Kami berharap aparat kepolisian merespon dengan cepat,” pintanya.

Sementara koordinator lapangan aksi, Anja, mengungkapkan keprihatinannya terhadap berbagai kasus pemalakan dan penganiayaan dengan senjata tajam.

“Satu dari beberapa korban penganiayaan adalah mahasiswa Universitas Negeri Musamus (Unmus). Kami mendesak kepada aparat kepolisian menangani dengan sungguh-sungguh kasusnya dan pelaku diproses dan dihukum seberat-beratnya,” pinta dia.

DIharapkan agar kepolisian lebih meningkatkan patroli di sejumlah tempat yang rawan pemalakan. Karena ini sudah sangat meresahkan warga.

Menanggapi itu, Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung, mengakui ada beberapa kasus kriminal yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir. Salah satunya adalah penganiayaan dengan senjata tajam terhadap mahasiswa Unmus.

“Pelakunya telah ditangkap termasuk beberapa lainnya dan sedang dalam proses penanganan. Dalam waktu dekat, berkas dan pelaku telah dikirim ke Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk disidangkan di pengadilan,” ungkapnya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Pemilik ulayat tanah bandara Mopah tagih janji Bupati Merauke

Selanjutnya

Pemilik tanah ulayat Bandara Mopah sepakat tak lakukan pemalangan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe