Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Hujan es di Jayawijaya siklus 10 tahunan
  • Kamis, 30 November 2017 — 02:08
  • 1633x views

Hujan es di Jayawijaya siklus 10 tahunan

Hujan es yang terjadi karena hembusan angin kencang antara 18 hingga 23 knot di atas atmosfer, dengan pertumbuhan awan yang signifikan.
Musibah hujan es dan angin puting beliung yang terjadi di sejumlah kampung di Distrik Musatfak-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Wamena, menyatakan fenomena hujan es yang terjadi di Distrik Musatfak, Kabupaten Jayawijaya merupakan siklus alam yang muncul setiap 10 tahun.

“Jika apa yang dialami masyarakat di Musatfak adanya hujan es seperti informasi di media, sebenarnya siklus 10 tahunan yang pernah terjadi pada tahun 1991,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Wamena, Laura Runggiari,  di kantornya, Rabu (29/11/2017).

Menurut dia, Hujan es yang terjadi karena hembusan angin kencang antara 18 hingga 23 knot di atas atmosfer, dengan pertumbuhan awan yang signifikan. “Sehingga bisa mengakibatkan hujan es dan angin puting beliung,” kata Laura, menambahkan.

Potensi hujan yang cukup ekstrim dan angin kencang selain terjadi di Jayawijaya, dapat terjadi pula di sejumlah kabupaten lainya seperti Kabupaten Lanny Jaya dan Kabupaten Nduga atau lokasi yang berada di ketinggian.

“Untuk tahun ini prediksi kami untuk dasar yang pertama dan kedua itu masih di bawah normal, namun kalau untuk Distrik Musatfak yang dikabarkan terjadi hujan es itu baru kita dengar, dan yang berpotensi terjadi sebenarnya di daerah ketinggian,” ujarnya.

BMKG memprediksi curah hujan untuk wilayah Kabupaten Jayawijaya dan sekitarnya akan berlangsung hingga Februari 2018 mendatang. Sedangkan wilayah Wamena dan sekitarnya mulai masuk puncak musim hujan Desember hingga Februari.

Sedangkan angin puting beliung kebetulan memasuki awal musim hujan disertai angin kencang sejak 2 November mencapai 18 hingga 23 knot.  Hal ini dinilai berpotensi munculnya angin puting beliung tidak hanya sesekali, namun bisa terjadi setiap tahun karena di Wamena secara lokal itu pengaruhnya lebih kuat dari pada globalnya.

Kepala bidang perencanaan dan kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayawijaya, Ernawati Tappi mengaku sejauh ini sudah mensurvei ke lokasi dan menemukan terdaat tiga kampung yang terkena bencana angin puting beliung.

“Kami sudah mendata dan bertemu langsung dengan para korban,” kata Ernawati.

Bantuan yang akan disalurkan dengan mengutamakan berkoordinasi dengan pimpinan. Ia mengimbau masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaannya karena curah hujan saat ini masih cukup tinggi  sejak November hingga Februari mendatang. (*)

loading...

Sebelumnya

ASN dan TNI - Polri di Yalimo jadi anggota Parpol

Selanjutnya

Pemuda Sipogado tagih janji pemekaran

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe