Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ibukota
  3. Jaksa Agung masih cari dokumen TPF kematian Munir
  • Rabu, 26 Oktober 2016 — 14:49
  • 1111x views

Jaksa Agung masih cari dokumen TPF kematian Munir

Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan pihaknya masih tetap mencari keberadaan dokumen asli laporan Tim Pencari Fakta (TPF) kematian aktivis Munir.
Jaksa Agung masih mencari dokumen asli laporan TPF kematian Munir. –tempo.co
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jakarta, Jubi - Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan pihaknya masih tetap mencari keberadaan dokumen asli laporan Tim Pencari Fakta (TPF) kematian aktivis Munir.

"Kami akan mendapatkan aslinya di mana dulu lah. Kalau salinan ‘kan belum tentu akurasinya ‘kan, makanya kita tunggu dulu perkembangannya seperti apa," kata Prasetyo disela acara diskusi di Kantor Kepala Staf Presiden Jakarta, Rabu (26/10/2016).

Prasetyo mengatakan dokumen asli yang bisa paling dipercaya dan setelah ditemukan pihaknya akan mempelajari isinya tersebut. Jaksa Agung juga mengapresiasi Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang didampingi mantan menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi atas penjelasan tentang dokumen TPF Munir.

"Berangkat dari penjelasan Pak SBY kemarin tentang keberadaan dokumen itu, kalau nanti sudah ketemu akan segera kita pelajari, evaluasi dan dari situ baru kami akan bisa menentukan langkah-langkah yang kita lakukan," tutur Prasetyo.

Menko Polhukam Wiranto, dalam acara diskusi, membantah bahwa Presiden Joko Widodo telah memerintahkan untuk mengusut SBY terkait TPF Munir. "Ada berita miring bahwa Presiden perintahkan mengusut SBY, itu saya katakan tidak. Kata menelusuri dan mengusut itu beda, menelusuri itu wajar, ada berita di sana ya ditelusuri, kalau mengusut itu ke ranah hukum," ucap Wiranto.

Menko Polhukam juga mengatakan bahwa dokumen TPF Munir ini bukan hasil penyelidikan sehingga harus tetap dipelajari, dianalisa oleh Kejaksaan Agung. "Namanya dokumen, fakta, bukan hasil penyelidikan. Prosedurnya penyelidikan, penyidikan, penuntutan, baru peradilan, itu hukum, tapi ini katakan fakta, informasi masuk ke kejaksaan, dipelajari. Bobot, nilai dari fakta ini bagaimana," ujarnya.

Untuk itu, lanjut Wiranto, masyarakat agar menunggu hasil analisa dari Kejaksaan Agung jika sudah menemukan dokumen asli TPF Munir. "Bagaimana nanti, jangan berandai-andai, tunggu dulu tahap itu, hasil analisis dari Kejaksaan Agung menghasilkan sesuatu. Sesuatu itulah nanti yang akan dijelaskan kepada publik," katanya.

Wiranto meminta semua pihak terkait penelusuran keberadaan dokumen asli TPF Munir ini. "Memang ada informasi keberadaan TPF itu diserahkan pemerintah cc Jaksa Agung. Ada perintah Presiden telusuri, cari, pelajari, selanjutnya proses hukum," tambahnya. (*)
 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Masih ada 328 korban teroris butuh bantuan

Selanjutnya

Jokowi akan buka sidang umum Interpol

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe