Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. PT Pos Waspadai peredaran materai palsu di Papua
  • Sabtu, 02 Desember 2017 — 09:22
  • 1873x views

PT Pos Waspadai peredaran materai palsu di Papua

Kewaspadaan itu disampaikan  terkait maraknya penjualan materai palsu di masyarakat.
Kepala Regional PT Pos 11 Papua Papua barat Ronald Rinding Padang dengan Kepala Bidang DP3 kanwil DJP Papua dan Maluku Chandra Budi (Dok.Pos)
Sindung Sukoco
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi- Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan dan PT Pos Regional XI Papua dan Papua Barat mengingatkan masyarakat jangan sampai tertipu dengan praktik penjualan meterai palsu. Kewaspadaan itu disampaikan  terkait maraknya penjualan materai palsu di masyarakat.

“Apabila ada penawaran benda meterai atau meterai tempel dengan harga yang lebih rendah dari nilai nominal, patut diduga meterai tersebut palsu atau tidak sah,” kata Deputi operasional PT Pos XI Papua dan Papua Barat, Hubertus Supriyanto, Jumat (1/12/2017)

Supriyanto mengaku sudah berkoordinasi secara Internal dengan DJP Papua dan Papua Barat untuk menghindari peredaran materai palsu. Langkh itu dilakukan meski peredaran materai palsu di Papua disinyalir belum ada, namun  lembaganya bersama dengan DJP mensosialisasikan  dan uji petik ke instansi dan masyarakat.

“Salah satunya di Jayapura terkait dengan keaslian dan penggunaan dan peruntukannya nilai materai Rp 3 ribu dan Rp 6 ribu,” kata Supriyanto, menambahkan.

Peredaran materai palsu ditenggarai  dijual secara online, Supriyanto meminta publik segera melaporkan jika menemukannya. Kewajiban Bea Meterai diatur dalam undang undang nomor 13 tahun 1985, tentang Bea Meterai dan peraturan pemerintah nomor 28 tahun 1986 tentang pengadaan, pengelolaan dan penjualan benda meterai.

Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan, Chandra Budi, meminta masyarakat mewaspadai peredaran materai sebab ada konsekuensi hukum, 

“Ditjen Pajak mengingatkan sehubungan dengan dugaan peredaran materai tidak sah, maka bagi peniru atau pemalsu, pengedar, penjual dan pengguna Benda Meterai Meterai Tempel tidak sah dapat dipidana sesuai dengan ketentuan,” kata Chandra. (*)

loading...

Sebelumnya

PKH tahap 4 sebanyak Rp2,8 miliar untuk Kota Jayapura

Selanjutnya

Solidaritas Pedagang tagih janji pemerintah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6282x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5869x views
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 5083x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe