Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Seni membantu kita bicarakan topik yang sulit
  • Sabtu, 02 Desember 2017 — 09:22
  • 2003x views

Seni membantu kita bicarakan topik yang sulit

“Seni memberi kita kemudahan dalam hal seperti itu. Seni, terutama seni yang bagus, memberikan kita ruang untuk ‘berbicara tanpa berbicara’ tentang hal-hal yang umumnya sulit dibicarakan. Ia memberi kita waktu untuk merenungkan makna dan kemanusiaan kita sendiri."
Kelompok Tarian Lemoana dengan Yang Mulia Tui Atua Tupua Tamasese Efi. – Samoa Observer/ Misiona Simo
Admin Jubi
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Apia, Jubi – Mantan Kepala Negara Samoa, Yang Mulia Tui Atua Tupua Tamasese Taisi Efi, resmi membuka Konferensi Asosiasi Seni Pasifik di National University of Samoa (Universitas Nasional Samoa; NUS) dengan mengingatkan tentang pentingnya seni.

Saat menyampaikan pidatonya, dia menyatakan bahwa seni adalah tentang “membuat sesuatu yang tidak kelihatan menjadi terlihat,” sesuai dengan tema konferensi lima hari tersebut.

Laki-laki yang dianggap sebagai Pelindung dan Bapak Seni di Samoa itu memusatkan perhatiannya pada manusia dan nilai-nilainya, menawarkan interpretasinya sendiri tentang moto konferensi 2017.

“Pertama-tama, kesenian bisa membantu kita untuk mengatakan sesuatu yang tak bisa dikatakan tanpa benar-benar mengatakannya,” katanya.

“Mengatakan dengan keras hal-hal yang sangat sulit dibicarakan, topik seperti penindasan dan korupsi. Topik-topik ini sering didiamkan karena ketakutan bahwa membicarakan topik sensitif seperti itu akan menyinggung atau menimbulkan trauma pada diri kita sendiri atau orang lain. Topik-topik ini membuat kita tidak nyaman.

“Terkadang kita tidak tahu atau belum pernah diajari bagaimana cara kita membicarakan isu-isu itu secara damai sehingga kita menyerah.

“Seni memberi kita kemudahan dalam hal seperti itu. Seni, terutama seni yang bagus, memberikan kita ruang untuk ‘berbicara tanpa berbicara’ tentang hal-hal yang umumnya sulit dibicarakan. Ia memberi kita waktu untuk merenungkan makna dan kemanusiaan kita sendiri.

Yang Mulia Tui Atua menekankan pentingnya mengasah bakat artistik di masyarakat kita dan untuk itu sebuah kepemimpinan yang matang diperlukan di mana ada keseimbangan antara keinginan manusia untuk maju dan masyarakat yang penuh kedamaian.

“Namun agar bakat artistik semacam itu benar-benar bersinar, ia harus dipupuk, ia harus diizinkan untuk bernafas dan tumbuh, untuk dihormati dan dihargai serta ditantang dan dikritik.”

Turut menghadiri konferensi itu adalah para akademisi dan seniman muda Pasifik dari luar negeri yang telah menanti-nantikan pidato Yang Mulia Tui Atua.(Samoa Observer/Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

Menteri Kesehatan Vanuatu luncurkan Strategi Sektor Kesehatan

Selanjutnya

Kaledonia Baru dan Papua Nugini: Tambang skala besar dan politik lokal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe