Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Spanduk "Beta Papua, Beta Indonesia" terpasang dekat asrama mahasiswa Papua di Bogor
  • Minggu, 03 Desember 2017 — 18:38
  • 3197x views

Spanduk "Beta Papua, Beta Indonesia" terpasang dekat asrama mahasiswa Papua di Bogor

"Rekan saya yang melihat pertama kali, kemudian mengkonfirmasi ke saya. Oknum yang memasang  spanduk itu, tidak berhak mengarahkan kami secara paksa mencintai NKRI atau tidak," kata Yunus Gobai via pesan singkatnya kepada Jubi, Minggu (3/12/2017).
Spanduk yang dipasang orang tak dikenal di jalan masuk asrama mahasiswa Papua, Dramaga, Bogor - Jubi/Yunus Gobai
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Sebuah spanduk misterius bertuliskan "Beta Papua, Beta Indonesia" terpasang tepat 1 Desember 2017, hari yang selama ini diperingati orang asli Papua sebagai hari kemerdekaan Papua. Spanduk yang dipasang orang tak dikenal di depan gedung Bulog, jalan masuk asrama mahasiswa Papua, Dramaga, Bogor, Jawa Barat itu, diperkirakan terpasang sekira pukul 05.00 waktu setempat.

Ketua Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Bogor, Yunus Gobai mengatakan, keberadaan spanduk berukuran 5X2 meter tersebut baru diketahui sekira pukul 15.00 WIB. IMPA Bogor mengecam pemasangan spanduk itu

"Rekan saya yang melihat pertama kali, kemudian mengkonfirmasi ke saya. Oknum yang memasang  spanduk itu, tidak berhak mengarahkan kami secara paksa mencintai NKRI atau tidak," kata Yunus Gobai via pesan singkatnya kepada Jubi, Minggu (3/12/2017).

Menurutnya, selama ini kegiatan dan pembinaan organisasi mahasiswa Papua di Bogor, untuk mengikat tali persaudaraan, membentuk jiwa kepemimpinan, yang nanti akan menjadi bekal ketika mereka kembali ke Papua.

"Ketika melihat spanduk itu, kami merasa tertekan, sepertinya selama ini kami tidak mengakui NKRI. Kami akui gejolak yang timbul di kalangan mahasiswa Papua adalah menyuarakan kebebasan masyarakat Papua. Namun kebebasan yang diinginkan yakni masyarakat hidup damai tanpa pengerahan militer, dan segala bentuk kejahatan kemanusiaan di Papua," ujarnya.

Katanya, tidak perlu memaksa orang lain dengan sesuatu yang tidak mereka sukai. Cara ini dinilai melanggar hak asasi manusia dan tidak beretika.

"Saya yakin, oknum yang  memasang spanduk itu juga tidak mengerti apa arti kata beta. Beta itu kan kata pengganti saya yang digunakan di Ambon, bukan Papua. Kami akan melapor ke polres Dramaga, jika ada yang membuat spanduk tanpa sepengetahuan Badan Pengurus IMAPA, apa lagi memakai nama Papua," katanya.

Ketua presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Bogor, Yogen Sogen, juga mengecam pemasangan spanduk itu. Namun ia mengingatkan mahasiswa Papua di Bogor, tidak terprovokasi dengan spanduk tersebut.

"Meski tidak diketahui maksud oknum yang memasang spanduk itu, tapi ini merupakan sebuah peringatan kepada teman-teman Papua, mengingat isu kemerdekaan Papua," kata Yogen Sogen.

Ia menilai, tidak salah jika mahasiswa Papua Bogor menyatakan tidak setuju terhadap sikap pemerintah Indonesia yang seakan membiarkan masalah ketidakadilan di Papua.

"Ada beberapa kejadian di Papua belakangan ini, yang seharusnya menjadi refleksi kita bersama dalam hidup berbangsa dan bernegara. Ketidakadilan adalah masalah yang harus disuarakan bersama. Pemasangan spanduk ini, secara tidak langsung merupakan ancaman kepada mahasiswa Papua khususnya di Bogor," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

TPN-PB Paniai nyatakan siap rebut kembali kedaulatan

Selanjutnya

Legislator Papua ingin pangdam bersikap seperti kapolda

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe