Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ibukota
  3. Jokowi akan buka sidang umum Interpol
  • Rabu, 26 Oktober 2016 — 15:28
  • 1412x views

Jokowi akan buka sidang umum Interpol

Presiden Joko Widodo diagendakan untuk membuka perhelatan sidang umum Interpol ke-85 yang akan digelar di Nusa Dua, Bali pada 7 - 10 November 2016.
Lambang Interpol. --forbes.com
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jakarta, Jubi - Presiden Joko Widodo diagendakan untuk membuka perhelatan sidang umum Interpol ke-85 yang akan digelar di Nusa Dua, Bali pada 7 - 10 November 2016. Selain Presiden, dua pembicara utama dari Indonesia dalam acara tersebut adalah Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Kapolri diagendakan untuk berbagi pengalaman terkait pengungkapan dan pemberantasan terorisme. Sementara Menteri Susi akan menyampaikan sejumlah kasus penangkapan ikan ilegal yang marak terjadi di perairan Indonesia serta dampaknya bagi kerusakan lingkungan. "Kehadiran kedua pembicara tersebut karena Indonesia dianggap berprestasi dalam menangani kedua permasalahan itu dan negara lain dapat mengambil pelajaran dari keberhasilan Indonesia," kata Ses NCB Interpol Brigjen Pol Naufal Yahya, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (26/10/2016).

Dalam sidang umum Interpol tersebut, tercatat akan dihadiri oleh 1.200 delegasi dari 154 negara anggota Interpol, sepuluh Sub Biro Interpol, pengamat dari organisasi internasional, eksibitor dan jurnalis dari dalam maupun luar negeri.

Sementara tiga tema besar yang akan dibahas dalam sidang tersebut yakni terorisme, kejahatan terorganisasi dan kejahatan siber. Menurutnya, peran Kepolisian Indonesia dalam pemberantasan terorisme di dalam negeri telah dijadikan contoh dalam pemberantasan terorisme di berbagai negara.

"Ini memperlihatkan bagaimana kemampuan Indonesia dalam menanggulangi terorisme menjadi standar bagi dunia internasional untuk diaplikasikan di seluruh dunia," katanya.

Pihaknya juga mengatakan keberadaaan Interpol sangat penting bagi Kepolisian Indonesia untuk mengungkap kasus terorisme dan kejahatan terorganisir karena adanya basis data Interpol yang cukup lengkap dan akurat. "Pelaku kejahatan bisa berpindah-pindah dengan cepat. Tanpa bantuan Interpol, kita agak kesulitan menangkapnya," katanya.

Kejahatan terorganisir di antaranya kasus perdagangan manusia, kasus tindak pidana pencucian uang dan kasus korupsi.(*)
 

#

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Jaksa Agung masih cari dokumen TPF kematian Munir

Selanjutnya

Kapolri cek kesiapan hadapi demo 4 November

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe