Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Berita Papua
  3. Konopa bedah Noken dari beragam perspektif
  • Senin, 04 Desember 2017 — 15:42
  • 867x views

Konopa bedah Noken dari beragam perspektif

Diskusi melibatkan sejumlah komponen masyarakat seperti Bank Sampah Kenembay Umbay, Canvas, Dispora Kabupaten Jayapura serta anggota DPR Papua.
Peringatan HUT Ke 5 Noken juga dimeriahkan dengan tarian Noken oleh Sanggar seni Rey may kabupaten Jayapura. Jubi / Engel Wally.
Engelbert Wally
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani,Jubi - Komunitas Noken Papua (Konopa) bersama Club Pencinta Alam (CPA) Hirosi Papua dan Kabupaten Jayapura, membedah  Noken dari beragam perspektif lewat Forum Group Discusion (FGD). Diskusi melibatkan sejumlah komponen masyarakat seperti Bank Sampah Kenembay Umbay, Canvas, Dispora Kabupaten Jayapura serta anggota DPR Papua.

“Kegiatan dirancang sebatas diskusi itu berjalan serius dan masing-masing komponen masyarakat memberikan masukan terkait penggunaan Noken,” kata  pelaksana kegiatan, diskusi Noken, Marshall Suebu, usai kegiatan Diskusi. Senin ( 4/12/2017).

Menurut Marshall, kegiatan yang dilakukan itu sebatas diskusi dan meminta masukan, saran serta pendapat dari semua komponen masyarakat terkait penggunaan Noken. “Termasuk mengkaji Noken sebagai salah satu warisan dunia yang telah di akui UNESCO lima tahun lalu,” kata Marshall, menambahkan.

Diskusi dalam rangka memperingati hari Noken ke lima tahunyang diharapkan menghasilkan rekomendasi kuat yang hendak diajukan lewat sebuah proposal kepada Pemerintah daerah kabupaten, kota, Provinsi dan juga pusat.

Marshall Suebu yang pernah menerima penghargaan Kalpataru di daerah ini menjelaskan, selama ini masyarakat Papua hanya menggunakan Noken tanpa meyiapkan bahan baku yang akan digunakan dalam pembuatan tas budaya.

" Padahal Noken sudah diakui dalam skala internasional, sementara penggunaan dan pemanfaatan benda budaya ini secara berjenjang dalam skema yang baik tidak dilakukan,” katanya.

Anggota DPR Papua, Kristina Luluporo yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap komunitas yang mengkaji diskusi. “Ini  menjadi bahan masukan kepada lembaga legislatif agar dapat dibahas dalam sidang - sidang dewan,” kata Kristina.

Menurut dia,  Noken di Papua sudah ditetapkan dalam Pergub agar dapat digunakan setiap hari Rabu. Tercatat Noken di Papua dibuat dengan bahan dasar yang berbeda, sesuai dengan ciri khas masing-masing daerah.

“Kami berharap  agar apa yang didiskusikan hari ini akan menjadi masukan secara khusus Pemerintah juga harus memikirkan tempat atau arboretum penangkaran bahan dasar pembuatan Noken," katanya.  (*)

loading...

Sebelumnya

BNN Kabupaten Jayapura genjot sosialisasi

Selanjutnya

Noken akan menjadi cinderamata PON XX

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe