Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Pemilik tanah ulayat Bandara Mopah sepakat tak lakukan pemalangan
  • Senin, 04 Desember 2017 — 17:00
  • 440x views

Pemilik tanah ulayat Bandara Mopah sepakat tak lakukan pemalangan

“Saya dipanggil Pak Bupati Freddy beberapa waktu lalu, dan disampaikan kalau pemerintah setempat membayar secara bertahap,” ujarnya.
Pertemuan pembahasan tanah Bandara Mopah di ruangan data Polres Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Pertemuan guna membahas masalah tanah ulayat lokasi Bandara Mopah, seluas 12,5 hektare milik Simson Mahuze bersama keluarganya, kembali dilakukan di Polres Merauke.

Dalam pertemuan, Senin (4/12/2017), dihadiri pula Muspida, pemerintah, tokoh Papua Selatan Johanes Gluba Gebze, serta pemilik tanah ulayat lokasi bandara.

Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bahara Marpaung kepada sejumlah wartawan menjelaskan, ada beberapa poin penting disepakati bersama pemilik ulayat. Salah satunya, tidak melakukan pemalangan lagi di area Bandara Mopah. Karena  tempat itu vital dan harus steril dari berbagai gangguan, sehingga pesawat leluasa terbang maupun mendarat.

"Hal lain yang dibicarakan adalah pihak keluarga dapat menempuh jalur hukum, ketika memiliki data-data autentik berkaitan dengan kepemilikan tanah seluas 12,5 hektare tersebut," katanya.

Namun demikian, kata dia, hal itu masih bisa dikomunikasikan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke.

“Kita menginginkan agar ada titik penyelesaian. Sehingga tidak ada lagi yang mempersoalkan tanah Bandara Mopah,” sampainya.

Salah seorang pemilik tanah ulayat Bandara Mopah, Simson Mahuze menegaskan, pihaknya berpegang kepada janji Bupati Merauke, Frederikus Gebze, untuk membayar secara bertahap selama dua kali.

“Saya dipanggil Pak Bupati Freddy beberapa waktu lalu, dan disampaikan kalau pemerintah setempat membayar secara bertahap,” ujarnya.

Lanjutnya, dalam pembicaraan awal, pihaknya meminta pembayaran senilai Rp 1.250.000 per meter.

"Namun, Pak Bupati Freddy meminta diturunkan menjadi Rp1.000.000 per meter. Saya sebagai pemilik ulayat, menerimanya,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Marak kasus penganiayaan, puluhan orang datangi DPRD Merauke

Selanjutnya

Dinas PU Merauke akan renovasi pospol Kuda Mati

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe