Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Noken dinilai sebagai simbol dan identitas orang Papua
  • Senin, 04 Desember 2017 — 18:08
  • 1186x views

Noken dinilai sebagai simbol dan identitas orang Papua

"Kegiatan kali ini panitia melibatkan banyak mama-mama Papua, dari tujuh wilayah adat untuk berpartisipasi. Kami melibatkan mama-mama yang punya talenta, karena talenta ketika membuat noken tidak seperti membaca dan menulis, namun talenta itu muncul melalui kreativitas mereka," katanya.
Aktivitas saat perayaan Hari Noken Sedunia ke-V di Jayapura, sekaligus pameran noken oleh mama-mama Papua - Jubi/Agus Pabika
Agus Pabika
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Perayaan Hari Noken Sedunia yang ke-V, Senin (4/12/2017), Yayasan Noken Papua (YNP) bekerja sama dengan mama-mama Papua, memamerkan hasil kerajinan tangan mereka di depan kantor Kesenian Papua, Jayapura.

Menurut Direktur Lembaga Ekologi Papua sekaligus penggagas noken ke UNESCO, Titus Pekei, pada perayaan kali ini mengangkat tema "Noken Simbol Orang Papua" dengan sub tema "Noken Tembus Batas, Mari Bersatu Merajut, Menganyam, Menyulam Noken Kehidupan Anak Mama Papua".

"Kegiatan kali ini panitia melibatkan banyak mama-mama Papua, dari tujuh wilayah adat untuk berpartisipasi. Kami melibatkan mama-mama yang punya talenta, karena talenta disaat membuat noken tidak seperti membaca dan menulis, namun talenta itu muncul melalui kreativitas mereka," katanya.

Mama-mama yang membuat noken, kata dia, mereka sedang mengekspresikan jati diri melalui kreaktivitas sesuai talenta yang diberikan Tuhan, karena noken itu identik dengan orang Papua, juga simbol dan identitas orang Papua.

"Noken sangat penting dalam kehidupan orang Papua. Masyarakat gunung menganggap noken sebagai sumber kehidupan, dan masyarakat yang di Pantai menganggap noken ialah alat terpenting ketika mereka melaut, sebab noken selalu ada di dalam perahu. Jadi motif dan proses pembuatan berbeda-beda dan melambangkan kebudayaan, serta adat istiadat mereka."

Titus berharap di usia ke-V ini, pemerintah bisa memperhatikan pengrajin noken yang masih berjualan di pinggiran jalan dan emperan toko.

"Sebenarnya tidak pantas dan tidak layak untuk seorang mama berjualan di tempat tersebut, sehingga kami sarankan pemerintah mencarikan tempat yang layak bagi mama-mama Papua."

Sementara itu sekretaris panitia perayaan Hari Noken Sedunia, Elisabeth Tebay, mengatakan ada sekitar 500 mama-mama Papua yang hadir pada perayaan kali ini.

"Kami sudah membagi selebaran sebelumnya, di Sentani, Abepura, Jayapura kota, dan sekitarnya," sampainya. (*)

loading...

Sebelumnya

Keindahan air terjun Buper yang belum tersentuh

Selanjutnya

Kota Jayapura terima penghargaan Smart City Readiness dari PT Telkom

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe