Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Antivirus Rusia yang menuai kecurigaan
  • Senin, 04 Desember 2017 — 19:33
  • 799x views

Antivirus Rusia yang menuai kecurigaan

Kontraktor itu disebut menggunakan software antivirus Kaspersky untuk bisa mengidentifikasi dan menargetkan data-data rahasia tersebut.
Seorang karyawan bekerja di perusahaan antivirus Lab Kaspersky di Moskow 29 Juli 2013. REUTERS / Jubi
Editor : Syam Terrajana
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

London, Jubi - Awal Desember lalu, National Cyber Security Centre (NCSC)—agen keamanan siber Pemerintah Inggris—mengeluarkan peringatan penggunaan antivirus bikinan perusahaan-perusahaan Rusia, terutama Kaspersky Labs. Dalam laporan BBC, NCSC menganggap antivirus Rusia lebih baik tidak digunakan pada komputer yang menyimpan informasi-informasi penting pemerintahan. Ada kecurigaan bahwa pemerintah Rusia bisa mengintip data-data yang dikumpulkan antivirus.

Suatu antivirus, bekerja dengan memanfaatkan akses administrasi mendalam pada suatu komputer yang disematkan program ini. Akses mendalam ini terkait dengan cara kerja antivirus yang perlu menjangkau keseluruhan komputer untuk melakukan pemindaian terkait dengan kode-kode berbahaya yang mungkin bersembunyi dalam sistem. Dalam kerja antivirus, memungkinkan mampu mengirim data-data milik penggunanya ke kantor pusat/riset mereka.

Ini sebagai upaya lanjutan antivirus melakukan analisis terhadap kode jahat yang ditemukan. Selain itu, antivirus yang terpasang pun memiliki kemampuan menerima rentetan paket data yang dikirim langsung dari kantor pusat/riset antivirus. Umumnya, hal ini terkait dengan pembaruan berkala sebuah antivirus.

Cara kerja inilah, yang sebetulnya umum dilakukan suatu antivirus di manapun. Namun, NCSC khawatir pola ini dimanfaatkan Pemerintah Rusia untuk memata-matai sekaligus mencuri data-data penting, terutama bagi mereka para agen atau pejabat Pemerintah Inggris. NCSC mengungkapkan bahwa peringatan ini tidak ditujukan pada khalayak umum.

“Atas relatif kecilnya sistem (yang memasang Kaspersky), kami tidak akan memaksa peringatan ini sekarang diarahkan ke sektor publik yang lebih luas, terutama perusahaan atau individu,” ucap Ian Levy, Direktur Teknik NCSC pada BBC.

Namun, meskipun peringatan tersebut lebih menyasar sektor pemerintahan Inggris, Barclays, salah satu bank besar di Inggris melakukan langkah antisipasi. Mengutip Financial Times, bank tersebut kini telah menghentikan penawaran aplikasi Kaspersky kepada para nasabahnya.

Semenjak 2008 lalu, Barclays memang merekomendasikan nasabahnya untuk memasang Kaspersky di komputer-komputer mereka. Tentu saja dengan penawaran biaya berlangganan tertentu. Hingga kini, aplikasi antivirus Kaspersky yang ditawarkan Barclays telah berjumlah 250 ribu unduhan. Barclays buru-buru mengirimkan email peringatan pada para nasabah yang telah mengambil penawaran mereka.

Sayangnya, peringatan yang dilemparkan NCSC itu terlihat hanya sebagai upaya pencegahan tanpa menghadirkan bukti-bukti yang kongkret. Peringatan yang dikeluarkan NCSC terjadi setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May mengeluarkan peringatan atas ancaman wilayah siber Inggris dari Rusia.

Namun perusahaan antivirus Kaspersky membantah tuduhan keterlibatan perusahaan dalam pencurian data-data rahasia Agen Keamanan AS (NSA).

Kaspersky menyatakan pihaknya belum menerima atau mengantongi bukti yang membuktikan keterlibatan perusahaan.

"Kaspersky Lab tidak memiliki hubungan apapun dengan pemerintah manapun, termasuk Rusia," tulis Kaspersky dalam keterangan tertulis bulan lalu.

"Satu-satunya kesimpulan yang ada bahwa Kaspersky Lab saat ini terjebak di tengah-tengah pertarungan geopolitik."

Di sisi lain, Kaspersky justru menyatakan secara intens melakukan perlawanan terhadap malware dan kejahatan dunia maya.

Alih-alih mendukung aksi peretasan, perusahaan asal Rusia ini mengklaim secara aktif menguji deteksi malware independen.

The Wall Street Journal sebelumnya melaporkan adanya aksi peretasan terhadap data-data rahasia dari seorang kontraktor NSA yang diduga berasal dari Rusia. Kontraktor NSA tersebut diduga telah membawa peranti lunak resmi yang sangat sensitif ke komputer pribadinya pada 2015.

Kontraktor itu disebut menggunakan software antivirus Kaspersky untuk bisa mengidentifikasi dan menargetkan data-data rahasia tersebut.

Eugene Kaspersky, pendiri sekaligus Chief Executive Kaspersky, juga membantah kecurigaan pihak NSCS . “Kami tidak melakukan kesalahan apapun. Kami tidak akan pernah melakukan itu (bekerjasama dengan Pemerintah Rusia). Itu tidak mungkin,” ucapnya.

Ketegangan antara perusahaan antivirus buatan Rusia, Kaspersky dengan pemerintah bukan kali ini saja terjadi. Amerika Serikat bahkan telah secara resmi memblokir penggunaan aplikasi keamanan milik Kaspersky pada 13 September lalu. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, melarang penggunaan aplikasi-aplikasi bikinan Kaspersky oleh berbagai agensi federal AS.

"Departemen Keamanan Dalam Negeri prihatin dengan hubungan antara pejabat Kaspersky dan intelijen Rusia dan badan pemerintah lainnya, dan persyaratan berdasarkan undang-undang Rusia yang memungkinkan badan intelijen Rusia meminta bantuan pada Kaspersky," ungkap departemen yang mengurus keamanan halaman dalam AS itu pada The Guardian.

Pemicu ketegangan ini berawal dari kasus bocornya senjata siber milik NSA, yang disimpan salah seorang kontraktornya, pada Kaspersky Lab. AS curiga bahwa aksi itu merupakan buah tangan pemerintah Rusia yang menggandeng Kaspersky.

Buntut dari ketegangan yang terjadi antara Kaspersky Lab dengan pemerintah AS termasuk baru-baru ini dengan Inggris, membuat perusahaan ini terus mencoba membuktikan diri bahwa mereka tak ada urusan dengan Pemerintah Rusia. (*)

Sumber: Tirto.id/CNN Indonesia

 

loading...

#

Sebelumnya

Mari mengenal Yahudi anti Zionis-Pro Palestina

Selanjutnya

Mandela; bapak Afrika Selatan,bapak perdamaian dunia

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe