Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Generasi muda Papua diingatkan jaga keberlangsungan noken
  • Senin, 04 Desember 2017 — 21:03
  • 427x views

Generasi muda Papua diingatkan jaga keberlangsungan noken

"Selamat Hari Noken Sedunia untuk mama-mama Papua pengrajin noken, yang selama ini senantiasa menjaga keberlangsungan noken. Generasi Papua ke depan harus tahu merajut noken. Lahir dan besar di Papua wajib bisa membuat noken," kata Kotouki, Senin (4/12/2017).
Mama-mama Papua pengrajin noken menjajakan hasil karyanya – Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Peringatan Hari Noken Sedunia ke-V, 4 Desember 2017, anggota Komisi V DPR Papua, komisi yang membidangi seni dan budaya, Nioulen Kotouki mengingatkan generasi muda Papua menjaga keberlangsungan noken, tas "kehidupan" orang asli Papua.

Ia mengatakan, noken untuk orang asli Papua memiliki makna mendalam. Noken ibarat "kantong" kehidupan. Mama-mama asli Papua mengisi hasil bumi mereka ke dalam noken, menggendong dan menaruh anak mereka ketika berangkat ke kebun di dalam noken.

"Selamat Hari Noken Sedunia untuk mama-mama Papua pengrajin noken, yang selama ini senantiasa menjaga keberlangsungan noken. Generasi Papua ke depan harus tahu merajut noken. Lahir dan besar di Papua wajib bisa membuat noken," kata Kotouki, Senin (4/12/2017).

Menurutnya, jangan sampai noken ini putus di generasi kini, karena hampir semua orang asli Papua dibesarkan di dalam noken.

"Saya berharap, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota membuka mata, menciptakan terobosan mendorong pengrajin noken memperkenalkan hasil karya mereka secara luas," ujarnya.

Katanya, pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota perlu memikirkan strategi memperkenalkan noken dalam lingkup lebih luas.

"Kalau bisa setiap hari noken dibuat festival noken. Ini juga akan memacu pengrajin noken berkreasi dan secara langsung mempromosikan noken kepada dunia luar," katanya.

Bertepatan pada peringatan ini, Komunitas Noken Papua (Konopa) bersama Club Pencinta Alam (CPA) Hirosi Papua dan Pemkab Jayapura, membedah noken dari beragam perspektif lewat Forum Group Discusion (FGD).

Pelaksana kegiatan, Marshall Suebu usai kegiatan diskusi mengatakan, diskusi ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang akan diajukan dalam bentuk proposal kepada pemerintah daerah kabupaten, kota, provinsi dan pusat.

“Selama ini masyarakat Papua hanya menggunakan noken tanpa menyiapkan bahan baku pembuatannya,” kata Suebu.

Padahal menurutnya, noken sudah diakui dalam skala internasional, namun penggunaan dan pemanfaatan benda budaya ini secara berjenjang dalam skema yang baik tidak dilakukan. (*)

loading...

Sebelumnya

Legislator ingin TNI AU bentuk tim usut penyelundupan minol ke Wamena

Selanjutnya

Legislator minta Kemenhub cabut pembekuan izin operasi MAF

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe