Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nabire Membangun
  3. Batik Papua ciri khas Nabire diakui punya dasar hukum
  • Senin, 04 Desember 2017 — 23:21
  • 823x views

Batik Papua ciri khas Nabire diakui punya dasar hukum

“Tidak boleh digunakan untuk kepentingan yang dapat merugikan. Kami akan gugat,” tegasnya.
Bupati Isaias didampingi Kadis PPA Nabire ketika memberikan keterangan kepada sejumlah media, usai apel gabungan, Senin (04/12/17) - Jubi/Titus Ruban.
Titus Ruban
titus@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Bupati Nabire Isaias Douw, usai apel gabungan awal bulan Desember, Senin (4/12/2017), mengatakan batik Papua ciri khas Nabire, sebagai aset daerah yang mempunyai dasar hukum.

Menurutnya, siapa pun yang menyalahgunakan hak cipta untuk kepentingan pribadi, golongan, atau kelompok akan digugat. 

“Tidak boleh digunakan untuk kepentingan yang dapat merugikan. Kami akan gugat,” tegasnya.

Lanjutnya, selama ini batik-batik Papua yang dipakai masyarakat, juga pejabat-pejabat, hanya asal dibuat dan belum mempunyai dasar hukum yang jelas.

"Banyak batik Papua belum memiliki hak cipta. Tetapi Batik Nabire punya dasar hukum yang jelas dan tidak dapat diperjual-belikan seenaknya, apalagi dipalsukan," katanya.

Tambahnya, pemerintah Nabire akan mempromosikan batik khas ini keluar Papua bahkan ke dunia internasional. Sehingga Nabire juga bisa seperti kota-kota lain di Indonesia yang memiliki batik.

"Kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat Nabire, mari bersama-sama mempromosikan batik Nabire, dengan memakai batik Papua ciri khas Nabire dalam setiap acara."

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Nabire, Yufenia Mote, mengatakan batik tersebut merupakan identitas Kabupaten Nabire.

"Kehadiran batik Nabire melalui proses panjang. Bahkan melalui musyawarah adat, kesepakatan antara masyarakat gunung dan pesisir. Sehingga menghasilkan beberapa unsur-unsur adat, yang akhirnya dilombakan dan dijadikan kategori dalam sayembara pembuatan batik Papua ciri khas Nabire,” ujarnya.

Menurutnya, batik Nabire yang berjumlah 23 motif, selanjutnya diserahkan kepada pemerintah dan menjadi aset daerah. “Sasaran pemakaian batik ini adalah sekolah, instansi pemerintah maupun swasta yang ada di Nabire. Selain itu, batik bisa juga dijadikan suvenir sebagai oleh-oleh dari Kabupaten Nabire,” tuturnya.

Terkait motif yang akan dipakai pegawai pemerintahan, kata istri Bupati Nabire ini, selaku penggagas, ia menyarankan motif yang akan dipakai para pegawai didesain satu motif saja, sehingga lebih mudah dikontrol. (*)

loading...

Sebelumnya

Bupati Isaias resmikan Taman Revolusi Mental di Pantai Nabire

Selanjutnya

Bupati Isaias ingatkan ASN wajib ikut apel gabungan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe