Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Dipalang, siswa dua sekolah ini diliburkan
  • Selasa, 05 Desember 2017 — 09:02
  • 890x views

Dipalang, siswa dua sekolah ini diliburkan

Pemalangan sekolah terjadi karena muncul sengketa dari  pihak yang mengklaim pemilik lahan.
Kondisi SMA N 1 Sentani yang dipalang oleh pemilik hak ulayat. Jubi / Engel Wally.
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani,Jubi - Siswa SMP N II dan SMA N 1 Sentani diliburkan sementara, akibat Pemalangan yang dilakukan oleh pemilik hak ulayat terhadap dua fasilitas pendidikan itu. Pemalangan sekolah terjadi karena muncul sengketa dari  pihak yang mengklaim pemilik lahan.

“Kasihan anak-anak yang sedang belajar harus terganggu dan tidak bersekolah selama proses Pemalangan berlangsung,” kata Yansen yang ditemui di tempat Pemalangan depan SMP N II Sentani. Selasa (5/12/2017).

Ia berharap fasilitas pendidikan jangan di bawah kedalam kepentingan pribadi dengan aksi Pemalangan seperti itu. “Pemerintah juga tidak boleh tinggal diam dalam hal ini, semua yang menjadi aset Pemerintah yang masih bermasalah harus di tuntaskan,” kata Yansen menambahkan

Sebagai orang tua murid  ia tidak sepakat jika fasilitas pendidikan dipalang hanya untuk kepentingan pribadi. Apa lagi hal itu bukan baru sekali, tetapi sudah sering terjadi. Akibatnya siswa yang sedang mengejar masa depan di bangku pendidikan terganggu.

Kepala Sekolah SMA N 1 Sentani, Agnes Membiyauw mengaku telah meliburkan semua sisiwa  di sekolah tersebut hingga batas waktu yang tidak di tentukan.

"Yang pasti kita tidak mungkin melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar di saat sedang ada aksi seperti ini,” kata Agnes.

 Ia berharap Pemerintah melalui dinas terkait dapat menyelesaikan tuntutan masyarakat adat sehingga aksi serupa tidak terjadi lagi di lain waktu. (*)

loading...

Sebelumnya

Fasilitas pendidikan dipalang pemilik hak ulayat

Selanjutnya

Dishub Kabupaten Jayapura dinilai tak serius selesaikan pedagang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9825x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6404x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 6050x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4697x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe