Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Saireri
  3. Yuliana Wambrauw dan Neles Rumbarar tidak pernah mundur dari MRP
  • Selasa, 05 Desember 2017 — 11:52
  • 947x views

Yuliana Wambrauw dan Neles Rumbarar tidak pernah mundur dari MRP

Penasehat hukum Binsyowi dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Biak, Imanuel Rumayom, menegaskan beredar kabar yang dihembuskan oknum tidak bertanggung-jawab sehingga memperkeruh situasi kekinian di kabupaten Biak Numfor.
Imanuel Rumayom (kiri) bersama Mintje Anna Yawan (kanan) saat bertandang ke redaksi Jubi – Jubi/Jean Bisay
Jean Bisay
jean@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Komunitas Binsyowi menegaskan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) atas nama Yuliana Elisabeth Wambrauw (perwakilan perempuan) dan Nelles Rumbarar (perwakilan adat) tidak pernah membuat surat pengunduran diri atau surat apapun, karena keduanya mengemban amanah dan tanggung jawab sebagai representasi masyarakat Byak di MRP.

Penasehat hukum Binsyowi dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Biak, Imanuel Rumayom, menegaskan beredar kabar yang dihembuskan oknum tidak bertanggung-jawab sehingga memperkeruh situasi kekinian di kabupaten Biak Numfor.

Kabar yang sengaja disampaikan Agustina Sarce Rumaropen, salah satu calon yang sebelumnya ikut bersaing masuk MRP dari wilayah Saireri, secara khusus mewakili Biak dan Supiori.

Rumayom mengatakan saat seleksi di tingkat kabupaten, panitia pemilihan tingkat kabupaten Biak Numfor melakukan pelanggaran dengan meloloskan salah satu calon atas nama Agusthina Sarce Rumaropen, yang telah berusia 62 tahun.

"Keputusan Panpel Biak Numfor ini bertentangan dengan rekomendasi panitia pengawas pemilihan anggota MRP tingkat provinsi Papua  No.02/LP/PIL-MRP/V/2017 tertanggal 24 Mei, pada rekomendasi poin 2 Panpil kabupaten Biak Numfor selaku koordinator panpil wilayah III (kabupaten Biak Numfor dan Supiori) segera melakukan verifikasi ulang berkas calon dari Biak Numfor atas nama Agustina Sarce Rumaropen dan menyatakan tidak memenuhi syarat," jelasnya.

Mananwir Binbyak, Mintje Anna Yawan, menambahkan komunitas Binsyowi (Dewan Adat Biak) telah melapor dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen, dalam hal ini ijazah S-1 dan Surat Baptis yang dilakukan salah satu calon anggota MRP asal kabupaten Biak Numfor atas nama Agustina Sarce Rumaropen.

Mintje Yawan menerangkan pihaknya sudah membuat laporan polisi tertanggal 09 Juni 2017 dengan nomor Laporan Polisi: LP/281/VI/Papua/Res Biak, dalam hal ini diduga melanggar Pasal 266 ayat (1) KUHP atau Pasal 266 ayat (2) KUHP ‘menyuruh memasukan keterangan palsu ke dalam akta otentik’.

"Komunitas Binsyowi telah mendapatkan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) pada tanggal 09 Oktober 2017 dari Polres Biak Numfor. Proses penyidikan sedang berjalan, namun terlapor tidak koperatif, dalam hal barang bukti tindak pidana yang masih disimpan," akunya.

Binsyowi mendorong Kapolda Papua memerintahkan penyidik Polres Biak Numfor menuntaskan proses hukum yang sedang berjalan atas nama terlapor, sehingga proses ini tuntas dan berjalan sesuai Undang-Undang yang berlaku. (*)

loading...

Sebelumnya

PLN Nabire uji mesin baru, listrik sering padam

Selanjutnya

Jelang natal, RPK Nabire akan tambah bahan pangan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe