Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Kesadaran orang tua bawa balita ke posyandu kurang
  • Selasa, 05 Desember 2017 — 19:07
  • 520x views

Kesadaran orang tua bawa balita ke posyandu kurang

"Kami ada bayi dan balita itu sekitar 400. Namun yang rutin datang ke posyandu untuk ditimbang itu dibawah 50 persen. Berarti masih banyak orang tua yang belum membawa bayi dan balitanya ke posyandu," kata Kepala puskesmas Dosay, dr Indah Lisdiyanti.
Dua ibu usai memeriksakan anaknya di puskesmas Dosay distrik Sentani Barat kabupaten Jayapura – Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi - Kepala Puskesmas Dosay distrik Sentani Barat kabupaten Jayapura, dr Indah Lisdiyanti, mengatakan kesadaran masyarakat untuk membawa bayi dan balita ke posyandu masih kurang.

"Kami ada bayi dan balita itu sekitar 400. Namun yang rutin datang ke posyandu untuk ditimbang itu dibawah 50 persen. Berarti masih banyak orang tua yang belum membawa bayi dan balitanya ke posyandu," kata Indah Lisdiyanti, saat ditemui Jubi, Selasa (5/12/2017).

Setelah dilakukan pemantauan, kata Indah, ternyata ada warga yang belum paham pentingnya posyandu. Mereka hanya melakukan imunisasi pada anaknya dan itu sudah mereka anggap aman.

“Setelah imunisasi selama 9 bulan itu kadang mereka malas datang. Sudah tidak usah ke posyandu, cukup imunisasi saja," katanya.

Indah menjelaskan bagaimana anak-anak ini diarahkan lebih ke pendidikan anak usia dini (PAUD) dibandingkan ke posyandu.

"Kita tidak mungkin memaksa mereka ayo ke posyandu dimana mereka lebih memilih ke PAUD," ucapnya.

Untuk memantau anak tetap sehat, pihak puskesmas terus lakukan penimbangan di PAUD di wilayah kerjanya karena umur tiga hingga empat tahun itu sudah masuk PAUD. Tujuan timbang badan ini agar kesehatan balita ini tetap terkontrol.

"Sepertinya kami harus bicarakan dengan guru-guru PAUD agar penimbangan itu dilakukan satu kali dalam sebulan. Gunanya agar kesehatan anak dapat rutin dipantau, bisa lihat anak ini gizinya kurang atau kenapa begitu," kata Indah.

Ia juga menjelaskan saat pemberian vitamin A dan obat diare banyak sekali yang datang.

"Mungkin mereka hanya berfikir anak saya harus dikasih vitamin karena penting dan untuk timbang bagi mereka mungkin seperti biasa-biasa saja," tuturnya.

Hal lain disampaikan kapus Kanda Nimbrot kesadaran orang tua membawa anak untuk ditimbang memang kurang sekali karena kesibukan orang tua yang harus mencari ke hutan-hutan sehingga kesehatan anak tidak diperhatikan dengan baik.

“Habis anak ini ikut ke kebun, ke hutan, ke danau, jadi waktu untuk ke posyandu itu tidak ada padahal posyandu ini penting," ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemerintah diminta segera selesaikan persoalan tanah adat

Selanjutnya

Pasca dipalang, aktivitas di SMPN 2 dan SMAN 1 Sentani kembali normal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe