Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Subsidi perintis kargo ke Distrik Trikora terkendala modal
  • Selasa, 05 Desember 2017 — 22:48
  • 4021x views

Subsidi perintis kargo ke Distrik Trikora terkendala modal

Kondisi itu membuat penerbangan ke Kampung Enggolok, Distrik Trikora, Jayawijaya belum bisa dilaksanakan, meski sudah  dilaunching sejak 21 November 2017.
Penerbangan perdana program subsidi perintis kargo Wamena-Mapenduma-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi – Subsidi perintis kargo ke Distrik Trikora  terkendala modal karena pedagang di Distrik Trikora belum menyerahkan dana untuk berbelanja kebutuhan. Kondisi itu membuat penerbangan ke Kampung Enggolok, Distrik Trikora, Jayawijaya belum bisa dilaksanakan, meski sudah  dilaunching sejak 21 November 2017.

“Jadi, bukan perindag yang menahan barang untuk dikirim ke Distrik Trikora, tetapi dari sana yang belum siap modal untuk membeli barang di Wamena,” kata Kepala dinas tenaga kerja, perindustrian dan perdagangan Jayawijaya, Semuel Munua di ruang kerjanya, Selasa (5/12/2017).

Menurut dia disubsidi yang diberikan pemerintah hanya  penerbangan ke distrik, sedangkan biaya barang menjadi tanggungjawab pedagang yang harus membeli di Wamena sesuai dengan tempat yang telah ditunjuk.

“Baru diangkut dengan penerbangan subsidi perintis itu,” kata Semuel, menambahkan.

Ia menjelaskan selama ini masyarakat berpikir barang itu dikirim ke sana secara gratis sebagai kado natal, padahal distributornya yang belum siap, meski  pemeirntah jayawijaya siap mengirim jika sudah ada  pembayaran modal dari pengusaha .

Tercatat penerbangan subsidi perintis kargo dijadwalkan sepekan empat kali, sedangkan penerbangan subsidi kargo Timika-Wamena dua kali sepekan, sehingga masih dianggap sedikit. Meski begitu, dinas tenaga kerja, perindustrian dan perdagangan Jayawijaya sedang menyusun Harga Eceran Tertinggi (HET) yang kemudian diumumkan dan dijual kemasyarakat terbatas seperti semen dan barang kebutuhan pokok.

Menurut Semuel barang yang dinilai tidak penting bukan menjadi program jembatan udara, itu barang biasa dikirim oleh Pelni dan PPI. Sedangkan yang masuk pertama kali itu semen satu flight 14 ton 280 sak, besoknya dan lusanya bahan pokok seperti minyak goreng, gula, garam.

“Jadi, barang seperti air mineral, permen itu bukan barang dari program jembatan udara ini,” katanya.

Program penerbangan perintis subsidi kargo ini merupakan tindak lanjut program jembatan udara atau penerbangan subsidi kargo rute Timika-Wamena yang telah dilaunching, Selasa (21/11/2017), pemerintah Jayawijaya, pemerintah Nduga dan Bandara Wamena melakukan penerbangan perdana subsidi perintis kargo, Jumat (24/11/2017) dari Wamena ke Mapenduma (kabupaten Nduga.

Kepala Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena, Rasburhany, mengatakan penerbangan perintis kargo subsidi telah dimulai dengan rute Wamena-Mapenduma. “Program itu sesuai dengan anggaran yang tersedia di sisa tahun ini,” kata Rasburhany.  

Selain Mapenduma, tercatat ada penerbangan ke Enggolok , kabupaten Jayawijaya, Mamit di Tolikara  dan Mugi  di kabupaten Nduga. “Penerbangan itu empat kali dalam sepekan, ” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Puluhan jembatan penghubung Wamena-Kenyam rampung 2017

Selanjutnya

Ini alasan perekaman keterlambatan e-KTP di Jayawijaya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe