TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Legislator desak pasar mama-mama segera difungsikan
  • Rabu, 06 Desember 2017 — 00:38
  • 877x views

Legislator desak pasar mama-mama segera difungsikan

"Lakukan rapat koordinasi untuk mengetahui letak masalahnya di mana. Kini bangunan sudah ada, tinggal digunakan. Jangan tunggu lama lagi, segera fungsikan, jangan sampai ada masalah lain muncul," kata Natan kepada Jubi, Selasa (5/12/2017).
Pasar mama-mama Papua di tengah Kota Jayapura - Jubi. Dok 
Arjuna Pademme
[email protected]
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua, Natan Pahabol, mendesak pihak terkait segera memfungsikan pasar mama-mama Papua di tengah Kota Jayapura. 

Ia mengatakan, sudah hampir satu tahun pembangunan pasar itu rampung, namun belum juga difungsikan. Untuk itu, Pemprov Papua dan Pemerintah Kota Jayapura segera berkoordinasi dan mengambil langkah, supaya pasar itu dapat difungsikan.

"Lakukan rapat koordinasi untuk mengetahui letak masalahnya di mana. Kini bangunan sudah ada, tinggal digunakan. Jangan tunggu lama lagi, segera fungsikan, jangan sampai ada masalah lain muncul," kata Natan kepada Jubi, Selasa (5/12/2017).

Menurut mantan ketua panita kerja (panja) pembangunan pasar mama-mama Papua, DPR Papua itu, setelah pembangunan pasar rampung, muncul beberapa masalah di antaranya, pihak yang mengklaim pemilik tanah ulayat menuntut pembayaran ganti rugi. Masalah lainnya, belum ada serah terima dari BUMN. 

"Pemprov dan kota harus membuka diri. Berkoordinasi untuk mengetahui di mana masalahnya dan segera diselesaikan," ujarnya.

Katanya, jangan lagi karena ada masalah yang tidak tuntas, sehingga mama-mama pedagang asli Papua dikorbankan.  Sebab pasar tersebut dibangun bukan begitu saja. Mama-mama pedagang asli Papua dan berbagai pihak, harus berjuang kurang lebih 12 tahun untuk memperoleh pasar permanen. 

"Jangan lagi mama-mama dikorbankan. Segera fungsikan pasar itu, untuk ditempati mama-mama berjualan, kemudian pemerintah mendampingi mereka, membimbing mereka, dan melakukan perawatan pasar," katanya. 

Sebelumnya Sekretaris Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap), Natan Tebai menagih janji pemerintah yang sebelumnya berkomitmen segera mengoperasionalkan pasar mama-mama Papua.

"Jokowi datang untuk meresmikan pasar mama mama Papua, tetapi dibatalkan dan melimpahkannya kepada provinsi untuk diresmikan sambil menunggu pelantikan Wali Kota Jayapura,” Natan Tebai.

Menurutnya, hingga kini wali kota sudah menjabat, namun belum ada tanda-tanda peresmian pasar. “Mama-mama sudah ketemu wali kota, tetapi wali kota menyampaikan harus menunggu surat hibah dari Kementerian BUMN," ujarnya. 

Katanya, kini mama-mama Papua sudah siap menempati pasar yang telah rampung dibangun. Mama-mama berharap dapat segera berjualan di pasar itu. (*)

loading...

Sebelumnya

Legislator minta Kemenhub cabut pembekuan izin operasi MAF

Selanjutnya

Banggar DPRP dan TAPD bahas anggaran PON Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat