Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Keunikan motif Noken Papua mewakili suku-suku
  • Rabu, 06 Desember 2017 — 15:22
  • 2233x views

Keunikan motif Noken Papua mewakili suku-suku

motif itu diketahui berdasarkan  kajian dan penelusuran langsung di lima wilayah adat
Direktur Ekologi Papua Titus C. Pekey ketika berbncang bincang dengan pengrajin noken di Taman Imbi di kota Jayapura - Jubi/Hengk Yeimo
Hengky Yeimo
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Motif Noken di Papua disebut mewakili suku-suku daerah setempat. Tercatat 250 jenis Noken di Papua dengan motif yang mengambarkan atribut adat, sehingga setiap suku di Papua memunyai nama dan bentuknya masing-masing.

“Noken itu atribut adat sehingga setiap suku di Papua memunyai nama dan bentuknya masing masing,” kata Direktur Ekologi Papua, Titus Chirist Pekey, Titus kepada Jubi belum, Senin (4/12/2017).

Titus mengatakan telah mencatatkan motif Noken itu pada tanggal 5 hingga 29 February 2011, usai penelitian di tujuh wilayah adat. Menurut dia, motif itu diketahui berdasarkan  kajian dan penelusuran langsung di lima wilayah adat yaitu Lapago, di Jayawijaya, Mamata di Jayapura Sentani, Saireri di Biak dan Nabire, Meepago Enarotali dan Epouto, Domberai di Manokwari, Arfak kota Sorong Teminabuan Maibrat.

“Itu kami data sebelum didaftarkan ke Unesco,” kata Titus menjelaskan.

Hasil pendataanya dulu terdapat puluhan orang perajin noken sesuai denga motif khas dan suku masing-masing. Namun setelah Noken masuk nominasi Unesco, penrajin tas tradisional itu bertambahhingga mencapai ratusan ribu pengrajin

Termasuk di Nabire yang sebelumnya dijumpai 15 orang, namun sekarang jumlah penyulam sudah banyak. Menurut dia bertambahnya perajin noken bukan karena sekedar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga semata.

“Tetapi secara adat dan budaya Papua, motif  Noken  punya filosofi serta  simbol kehidupan masyarakat,” katanya.

Ketua Yayasan Noken Papua, Meri Dogopia mengatakan  pemerintah harus menyedian pasar los bagi mama- mama penjual sebagai sentra Noken di tanah Papua.

“Anak anak noken harus berani melakukan proteksi terhadap penjualan noken di Papua," kata Meri Dogopia.

Menurut dia, Noken merupakan hasil kreatifitas mama-mama yang kini viral dibicarakan di mana-mana. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Tiga truk pengangkut rusak, dua minggu sampah dibiarkan numpuk

Selanjutnya

Pemuda anti kekerasan membentuk e-learning sistem konflik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6166x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5745x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3879x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe