Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Bali & Nusa Tenggara
  3. Shabu, sanksi dan pilot yang lelah
  • Kamis, 07 Desember 2017 — 19:24
  • 603x views

Shabu, sanksi dan pilot yang lelah

Maskapai penerbangan juga harus mematuhi aturan terkait jam terbang pilot sehingga pilot terhindar dari kelelahan.
Ilustrasi. Beritabali.com/Jubi
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kupang, Jubi - Pilot senior maskapai Lion Air, MS, resmi ditahan di sel Mapolres Kupang Kota, setelah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dipastikan menggunakan narkotika jenis sabu, di dalam kamar hotel T-More Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Pria kelahiran Jakarta 1968 itu mendekam di bui setelah menjalani pemeriksaan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Kupang Kota.

"Kemarin sudah kita lakukan gelar perkara dan kita sudah kenakan tindakan kepolisian berupa penahanan terhadap yang bersangkutan. Kasusnya sedang kami pemberkasan dan hanya butuh keterangan dari beberapa orang, setelah itu kita tinggal berkas," kata Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon C Nugroho, Kamis (7/12).

Anthon menambahkan, pihaknya sedang menunggu kepastian keluarga menunjuk pengacara untuk mendampingi tersangka menjalani hukuman selanjutnya.

"Untuk perkembangannya kami akan memperdalam dari mana asalnya barang itu kami akan lakukan penyelidikan, dan kami akan berkoordinasi dengan instansi kami yang di atas atau Polda," ujarnya.

Terkait pemberitaan soal sang pilot sedang pesta narkoba saat penangkapan, dirinya menegaskan hal itu tidak benar. Sebab saat penggerebekan MS ditemukan sendirian di kamar bersama barang bukti. Sementara beberapa wanita tersebut berbeda kamar dengan MS, hanya ikut diamankan untuk dilakukan tes urin.

"Saksinya yang sudah kami periksa sudah hampir 10 orang ya dari awak kabin. Dan saya mau tegaskan kembali bahwa, terhadap berita yang simpang siur yang dikeluarkan dari luar rilis kami resmi itu beritanya bisa liar, kami tegaskan bahwa awak kabin hasil tes mereka adalah negative, sehingga dipulangkan," tegas Anthon.

Sebelumnya diberitakan, pada Selasa (4/12) malam, pukul 21.05 Wita, MS ditangkap Satuan Reserse Narkoba sedang mengonsumsi narkoba jenis sabu di dalam kamar nomor 205, hotel T-More Kupang.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa 1 paket sabu sisa pakai dan alat penghisap bong, handphone, serta sebotol minuman keras. Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan undang-undang anti narkotika dengan hukuman minimal 12 tahun penjara. MS, pilot Lion Air ditangkap polisi saat sedang nyabu di kamar T-more Hotel Kupang, NTT, Senin (4/12). Manajer Lion Air Kupang, Rynus Zebua membenarkan informasi tersebut. Aktivitas maskapai tidak terganggu dengan penangkapan MS.

"Memang ada informasi seperti itu. Ada oknum karyawan kami ditangkap, tapi kami belum bisa berikan keterangan yang jelas, karena masih dalam pemeriksaan di Polres Kupang Kota. Kalau jadwal penerbangan normal, tidak ada masalah," kata Rynus Zebua, Selasa (5/12). Dikutip dari Antara.

MS merupakan pilot Lion Air JT 924. Beberapa bulan sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan satu orang pilot Lion Air berinisial RS (30) yang merupakan warga negara India. Pilot tersebut diamankan setelah kedapatan positif narkoba dan membawa 5.03 gram narkotika hashish di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu (21/6/2017).

Kementerian Perhubungan memastikan akan memberikan sanksi berat pada pihak pengancam keselamatan penerbangan. Sebab, keselamatan penerbangan merupakan hal yang paling penting dan tidak bisa ditawar-tawar lagi dalam suatu operasional penerbangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso, memastikan pemberian sanksi berat pada salah satu captain pilot maskapai penerbangan nasional yang menggunakan narkoba di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

"Narkoba mempunyai dampak yang berbahaya bagi seseorang, apalagi yang berprofesi pilot. Jika dia dalam pengaruh narkoba dan menerbangkan pesawat, bisa terjadi kecelakaan yang menyebabkan banyak nyawa orang terancam. Jadi tidak ada toleransi lagi," ujar Agus Santoso dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (6/12).

Sanksi yang dimaksud adalah sesuai dengan Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PKPS) atau Civil Aviation Safety Regulation (CASR) serta UU no. 1 tahun 2009 tentang penerbangan.

"Sebagai tahap awal, pilot yang bersangkutan tidak boleh menerbangkan pesawat (grounded) mulai dari saat ditangkap hingga keluar hasil pemeriksaan dari pihak yang berwajib," lanjut Agus.

Di sisi lain, Agus juga meminta para pilot dan maskapai penerbangan untuk selalu memperhatikan kesehatan pilot baik fisik maupun mentalnya. Maskapai penerbangan juga harus mematuhi aturan terkait jam terbang pilot sehingga pilot terhindar dari kelelahan.

"Pilot dan maskapai penerbangan harus bekerjasama dalam menanggulangi masalah fatique ini. Ikuti saja aturan yang berlaku dengan baik dan benar. Selain itu juga harus waspada terhadap narkoba yang sekarang sudah merasuk ke semua kalangan masyarakat," ujar Agus lagi.(*)

Sumber: Merdeka.com/Antara

 

loading...

#

Sebelumnya

Gunung Agung muntahkan pasir dan kerikil

Selanjutnya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe