Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Legislator khawatir kedatangan pesawat Rusia resahkan OAP
  • Kamis, 07 Desember 2017 — 20:02
  • 8231x views

Legislator khawatir kedatangan pesawat Rusia resahkan OAP

"Seharusnya sebelum pesawat itu datang dan melakukan latihan navigasi, dibicarakan dulu bersama tokoh masyarakat, adat dan agama. Harus disampaikan kepada masyarakat terlebih dahulu apa untung ruginya latihan itu," kata Decky kepada Jubi, Kamis (7/12/2017).
Ilustrasi Bomber Tupolev TU-95 MS milik Rusia yang melakukan latihan navigasi di Kabupaten Biak Numfor, Papua - lancercell.com 
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua, Decky Nawipa khawatir kedatangan empat pesawat Rusia di Kabupaten Biak Numfor, akan meresahkan warga asli Papua di wilayah itu.

Ia mengatakan, mungkin warga non-Papua, tidak akan merasa terusik dengan kehadiran empat pesawat bersama 110 personel militer Rusia itu, namun masyarakat asli Papua (OAP) bisa saja tidak demikian, karena sebagian besar orang asli Papua memiliki trauma masa lalu terhadap militer.

"Seharusnya sebelum pesawat itu datang dan melakukan latihan navigasi, dibicarakan dulu bersama tokoh masyarakat, adat dan agama. Harus disampaikan kepada masyarakat terlebih dahulu apa untung ruginya latihan itu," kata Decky kepada Jubi, Kamis (7/12/2017).

Menurutnya, sejak dulu masyarakat Biak tidak pernah setuju ketika daerah mereka dijadikan pangkalan atau lokasi latihan militer. 

"Bagaimanapun juga, harus ada penyampaian kepada masyarakat sebelum kedatangan pesawat Rusia dan ratusan militer Rusia ke Biak," ujarnya. 

Katanya, meski tujuan pesawat militer Rusia hanya untuk latihan di Biak, namun tidak menutup kemungkinan akan muncul berbagai dugaan dan pertanyaan di kalangan masyarakat. 

Dikatakan, sisa saja masyarakat asli Papua khususnya, berpikir yang bukan-bukan. Menganggap peswat dan militer Rusia itu datang untuk menakut-nakuti mereka. 

"Orang asli Papua, mereka trauma dengan militer. Ke depan kalau ada hal seperti ini lagi, atau kerja sama dalam bentuk lain, harus dibicarakan dulu dengan masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan lainnya," katanya. 

Empat pesawat Rusia, mendarat di Kabupaten Biak, Selasa (5/12/2017). Pesawat itu terdiri dari dua pesawat angkut jenis Ilyushin-76/78813 dan Ilyushin -76/78810, dan dua Bomber Tupolev TU-95 MS, jenis pesawat pengebom strategis bermesin turboprop empat yang memiliki panjang 46,2 meter.

Komandan Lanud Manuhua, Kolonel PNB Fajar Adriyanto mengatakan, kedatangan pesawat Rusia itu untuk latihan navigasi atau penentuan kedudukan (position) dan arah perjalanan, di medan sebenarnya atau di peta, juga wisata alam di Indonesia, khususnya di Biak.

“Misi latihan navigasi jarak jauh dari Angkatan Udara Rusia. Kabupaten Biak dipilih sebagai lokasi titik akhir navigasi yang sudah dikaji oleh staf ahli Mabes TNI dan Rusia. Ini program kerja staf Mabes TNI dan Mabes AU,” kata Fajar Adriyanto beberapa hari lalu.

Menurutnya, dua pesawat Bomber Tupolev TU-95 MS, datang tanpa dilengkapi amunisi dan kamera intai. Misi penerbangan pesawat Rusia ke Biak tidak ada unsur ancaman ataupun misi lain. Pesawat dan militer Rusia akan berada di Kabupaten Biak selama 5-9 Desember 2017. 

"Terbang navigasi adalah terbang dari poin ke poin mengandalkan ketepatan koordinat, yang tidak melenceng arahnya dengan melewati spesifik daratan dan lautan, serta mencoba pertama kali terbang melintas garis khatulistiwa," ucapnya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Mengenang Paniai berdarah, publik kecewa terhadap negara

Selanjutnya

Ketua DAD Paniai serahkan dua draf raperda ke DPRP

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe