TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Mahasiswa Uncen menolak kedatangan Menko Polhukam
  • Kamis, 07 Desember 2017 — 20:25
  • 2168x views

Mahasiswa Uncen menolak kedatangan Menko Polhukam

Kehadiran Wiranto di auditorium Uncen dinilai hanya formalitas dan mengabaikan subtansi persoalan pelanggaran HAM di Papua.
Paskalis Boma presiden Uncen, mengunakan almamater bersama rekan-rekan mahasiswa lainnya, -Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
[email protected]
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi-Mahasiswa Universitas Cenderwasih menolak kedatangan Menko Polhukam, Wiranto, yang akan menghadiri peringatan hari Hak Hasasi Manusia dunia, 10 Desember 2017. Kehadiran Wiranto di auditorium Uncen dinilai hanya formalitas dan mengabaikan subtansi persoalan pelanggaran HAM di Papua.

"Saya sebagai presiden mahasiswa Uncen menolak kehadiran Menko Polhukam,” kata Presiden BEM, Universitas Cenderawasih, Paskalis Boma, saat berkunjung ke redaksi Jubi, Kamis (7/12/2017).

Ia menyatakan persoalan pelanggaran HAM di Papua belum selesai, tapi Menko Menko Polhukam hanya datang sekedar  ceremonial seperti yang sudah direncanakan. “Sedangkan apa yang diharapkan masyarakat Papua belum diselesaikan,” kata Paskalis menambahkan.

Paskalis menilai kedatangan rombongan Menko Polhukam, Wiranto, hanya membuat masyarakat Papua menderita.

Dalam kesempatan yang sama Menteri hukum dan HAM,  BEM Uncen, Samuel Womsiwor mengayatakan kehadiran pejabat Jakarta ke Papua hanya mengumbar janji.

“Waktu tahun 2014 Menko Polhukam pernah datang dan berjanji untuk selesaikan masalah. Tapi bohong belaka,:” kata Samuel.

Ia menjelaskan persoalan pelangaran HAM di Papua bukan hal yang mudah, karena perlu pertangungjawaban yang serius dari negara. “Bukan sekedar hadir dan kembali tanpasolusi,” katanya.

Keinginan mahasiswa Uncen agar pelaku pelanggaran HAM di Papua diusut dan diproses lewat pengadilan internasional yang lebih netral, karena persoalan HAM di Papua sudah menjadi sorotan dunia. (*)

loading...

Sebelumnya

DPRP setujui Rp1 trilun untuk infrastruktur PON, tapi dengan syarat

Selanjutnya

Kasus Paniai berdarah memperburuk citra pemerintah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat