TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nabire Membangun
  3. Petani jeruk OAP harap pemerintah tetapkan aturan harga
  • Jumat, 08 Desember 2017 — 03:24
  • 1060x views

Petani jeruk OAP harap pemerintah tetapkan aturan harga

“Sebab selama ini harga di bawah harapan kami. Tujuan aturan itu untuk meningkatkan ekonomi para petani,” tuturnya.
Welem Runggaweri menyampaikan pendapatnya saat bimtek - Jubi/Titus Ruban.
Titus Ruban
[email protected]
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Para petani jeruk meminta agar Pemerintah Kabupaten Nabire, melalui Dinas Perkebunan, bisa membuat peraturan khusus mengenai harga jual.

“Sebagai petani, kami minta pemerintah bisa menetapkan satu harga dan berpayung hukum,” kata Welem Runggaweri, salah satu petani jeruk, pada kesempatan tanya jawab di kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bagi para petani OAP, di aula Dinas Pekerjaan Umum, Nabire, Kamis (7/12/17).

Menurut para petani, jika ada aturan tersebut, maka para pemborong tidak mematok harga seenaknya, sebab sudah ada aturan menyoal satu harga.

“Sebab selama ini harga di bawah harapan kami. Tujuan aturan itu untuk meningkatkan ekonomi para petani,” tuturnya.

Dikatakannya, jeruk yang dibeli para pemborong dari petani seharga Rp1.500-2.000 per kg. Lantas dijual lagi dengan harga Rp8.000-10.000 per kg-nya.

"Biasanya untuk satu peti lokal diperkirakan kurang lebih 60-70 kg. Maka keuntungan mereka tiga kali lipat dari kami petani. Memang selama ini kami hanya terima pembeli di tempat dan jarang kami jual di pasar,” katanya.

Lanjut petani OAP yang sudah 15 tahun menanam jeruk ini, dari perhitungan yang ada, dalam satu hektare untuk sekali panen, bisa menghasilkan sekitar 20 ton per tahun.

"Untuk sekali panen dalam waktu delapan bulan, per satu hektare. Sementara biaya pengeluaran sekitar Rp29 juta per hektare, dan jumlah total pendapatan kurang lebih Rp44 juta per tahun untuk sekali panen itu. Maka keuntungan kami hanya Rp15 juta,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Tanaman Holtikultura, Dinas Perkebunan Kabupaten Nabire, Erwin Patintingan, membenarkan selama ini harga masih ditentukan para petani dan pembeli tergantung transaksi.

"Terkait permintaan petani, kami menilai harus ada kajian. Harus dikaji dengan menghitung biaya produksi komoditi tersebut. Sebab masing-masing daerah memiliki kebutuhan biaya produksi yang berbeda. Diperhitungkan juga tingkat produksivitas dan volume produksi per satu hektare," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Petani OAP di Nabire dibekali bimtek

Selanjutnya

Inilah isi Komunike KTT pertama ULMWP di Vanuatu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat