TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Perda pengendalian minuman beralkohol harus direvisi
  • Jumat, 08 Desember 2017 — 10:38
  • 1604x views

Perda pengendalian minuman beralkohol harus direvisi

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Merauke, Elyas Refra, mendesak agar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2014 tentang pengendalian minuman beralkohol harus segera direvisi. Karena saat ini banyak orang menjual minuman beralkohol (minol) berlabel di sejumlah tempat.
Kepala Satpol PP Merauke, Elyas Refra, saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Merauke, Elyas Refra, mendesak agar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2014 tentang pengendalian minuman keras, harus segera direvisi. Karena saat ini banyak orang menjual minuman beralkohol (minol) berlabel di sejumlah tempat.

“Rencana besok kami lakukan pertemuan membahas perda tersebut sebagai solusi untuk mengendalikan penjualan miras berlabel. Sehingga orang tidak seenaknya menjual,” pinta Refra kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Kamis (7/12/2017).

Jika sudah direvisi, lanjut dia, otomatis penjualan minol hanya di tempat tertentu. 

“Coba kita lihat sekarang, banyak tempat termasuk toko menjual miras berlabel. Ini kan tidak boleh, karena orang akan leluasa membeli dan meneguk. Ujung-ujungnya melakukan tindakan kriminal,” katanya.

Sebaiknya, jelas Refra, Perda direvisi dan penjualan minol hanya dilakukan di tempat hiburan malam. Jadi, kalau orang ingin minum, silakan datang ke sana. Itu juga dengan tujuan mengontrol penjualan oleh pemilik diskotik.

Dijelaskan, ada sejumlah pihak yang menjual minol, izinnya telah berakhir.

“Saya tidak memroses kembali sampai sekarang. Karena mereka menjual di tempat umum yang dilarang,” tegasnya.

“Saya tak punya kepentingan dengan penjual miras. Sehingga dalam waktu tidak terlalu lama lagi, akan melakukan operasi penertiban. Tidak bisa dibiarkan mereka menjual bebas,” tuturnya.

Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bahara Marpaung, mengaku banyak kasus kriminalitas yang terjadi mulai dari penganiayaan, kekerasan dalam rumah tangga, dan lain-lain, penyebab utamanya adalah minol.

“Kami tak henti-hentinya melakukan operasi penertiban minuman lokal jenis sopi. Karena lebih banyak dibeli sejumlah warga dan diminum. Sekaligus melakukan tindakan kejahatan,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Jelang Natal, tempat hiburan malam ditutup tiga hari

Selanjutnya

Ratusan botol vodka naik Hercules, Lanud Merauke kecolongan?

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4869x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4293x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4158x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3489x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2943x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe