Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Mahasiswa gelar aksi melawan lupa pelanggaran HAM
  • Jumat, 08 Desember 2017 — 13:56
  • 1682x views

Mahasiswa gelar aksi melawan lupa pelanggaran HAM

Dalam aksinya mereka membagikan selebaran berisi tentang tuntutan pengusutan Paniai berdarah yang telah terjadi sejak tiga tahun lalu, tepatnya 8 Desember 2014.
Mahasiswa yang tergabung dalam 4 organisasi mahasiwa Gempar. FIM AMP dan Sonamapa saat membagikan selebaran di lampu merah abepura-,Jubi/David Sobolim
David Sobolim
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi- Belasan mahasiswa yang tergabung dalam solidaritas melawan lupa kasus penembakan siswa di Kabupaten Paniai, melakukan aksi jalan kaki dari Perumnas Waena ke taman Imbi Jayapura. Dalam aksinya mereka membagikan selebaran berisi tentang tuntutan pengusutan Paniai berdarah yang telah terjadi sejak tiga tahun lalu, tepatnya 8 Desember 2014.

“Aksi kami hari ini untuk memperingati kasus penembakan siswa di Paniai pada 8 Desember 2014 lalu,” kata koordinator, lapangan dari solidaritas melawan lupa kasus penembakan Paniai, Nelius Wenda, kepada Jubi, Jumat (08/12/2017)

Nelius menuding presiden Joko Wiidodo sudah janji menuntaskan kasus penembakan yang menyebabkan empat siswa di Paniai meninggal. “Tetapi sampai saat ini belum juga mengungkap siapa pelaku sampai dengan proses hokum,” kata Nelius menambahkan.

Menurut dia, kasus penembakan remaja di Paniai merupakan pelanggaran hak azasi manusia (HAM) berat yang harus dituntaskan. Namun sayangnya janji presiden terhadap orang Papua hanyalah janji palsu yang tak pernah dibuktikan sampai hari ini.

“Kasus Paniai belum dapat di tuntaskan oleh negara meski ini sudah tiga tahun,” katanya

Solidaritas melawan lupa kasus penembakan  siswa di Kabupaten Paniai mendorong pembentukan tim Adhoc, tuntutan itu disampaikan ke kantor DPRP, kantor KomnasHAM perwakilan Papua dan menggelar diskusi publik.

Ketua Forum Independen Mahasiswa (FIM)  Ogai Mumiyau, juga menyampaikan gerakan melawan lupa kasus penembakan remaja di Paniai. FIM menyebarkan selebaran mengingatkan masyarakat terakit kasus yang menyebabkan empat remaja tewas ditembak.

“Pemerintah tidak mampu untuk mengungkap  terkait kasus Paniai. Kami minta negara membuka akses untuk wartawan luar negeri agar mereka bebas meliput agar dunia tahu,” kata Ogai.

Selain kasus pelanggaran HAM berat Paniai, Ogai juga menyebutkan masih ada kasus beberapa kasus besar yang belum di selesaikan. Di antaranya di Biak, Wasior, dan Wamena. “Semuanya itu menimbulkan korban nyawa hilang,” katanya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Kasus Paniai berdarah memperburuk citra pemerintah

Selanjutnya

Mengenang Paniai berdarah, rakyat bakal boikot Pemilu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe