Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Empat organ gerakan Papua aksi bisu peringati Paniai Berdarah
  • Jumat, 08 Desember 2017 — 20:48
  • 1451x views

Empat organ gerakan Papua aksi bisu peringati Paniai Berdarah

"Kami memperingatinya dengan melakukan aksi bisu dan jalan kaki," katanya.
Aksi organ pergerakan mahasiswa saat melakan aksi bisu dengan jalan kaki bebagai bentuk rasa duka mereka terhadap kasus Paniai berdarah 8 Desember silam. - Jubi/Agus Pabika
Agus Pabika
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Memperingati peristiwa tragedi Paniai Berdarah pada 8 Desember 2014, empat organ pergerakan di Papua Gerakan Mahasiswa Pemuda dan Rakyat Papua (GEMPAR), Forum Independen Mahasiswa (FIM), Solidaritas Nasional Mahasiswa dan Pemuda Papua Barat (Sonamappa) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), melakukan aksi bisu dengan jalan kaki dari Perumnas III Waena sampai Taman Imbi Jayapura kota, Jumat (8/12/2017), Jayapura, Papua.

Perwakilan Gempar Papua, Nelius Wenda, saat ditemui Jubi mengatakan tragedi Paniai Berdarah, tidak bisa dilupakan. Oleh sebab itu, aksi terus dilakukan sebagai rasa duka. "Kami memperingatinya dengan melakukan aksi bisu dan jalan kaki," katanya.

Lanjutnya, rakyat Papua masih berduka begitu pun yang dirasakan keluarga korban. "Hari ini proses peradilan untuk mengungkap pelaku, tidak berjalan atau belum terselesaikan. Bahkan janji presiden pada Natal nasional 2014 di lapangan Mandala tidak terealisasi baik juga," sampainya.

Kata Nelius, dalam Natal bersama di lapangan Mandala, Presiden Jokowi berjanji untuk secepatnya menyelesaikan kasus Paniai Berdarah.

"Sampai sekarang masih banyak kasus yang belum pernah terselesaikan, baik Wasior Berdarah, Wamena Berdarah dan lainnya."

Sementara itu Ketua I Sonamappa, Pilipus Robaha, mengatakan aksi hari ini dengan harapan agar mereka yang menjabat di kursi pemerintahan tidak melupakan kasus ini.

"Kami mau kasih tahu buat kaka-kaka kami yang ada di DPRP, institusi penegak hukum yang ada di Papua, untuk tidak melupakan kasus Paniai. Karena kasus Paniai merupakan kasus yang sangat memukul hati orang Papua, sebab terjadi pada saat orang Papua sedang mempersiapkan diri untuk menyambut perayaan Natal."

Sekjen FIM, Alex Mujijau, mengatakan kasus Paniai sudah genap 4 tahun. Mereka meminta agar presiden menyelesaikan kasus-kasus HAM di tanah Papua.

"Pemerintah harus membuka ruang demokrasi untuk kami menyampaikan kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Papua, untuk diketahui dunia internasional," katanya.

Pada aksi bisu tersebut mahasiswa melakukan pemasangan lilin sebagai ucapan duka cita atas kasus Paniai, renungan singkat, dan doa bersama di Taman Imbi Jayapura kota. (*)

loading...

Sebelumnya

Baleg DPRP ajukan perda hak cipta OAP dalam prolegda 2018

Selanjutnya

Papua disebut sebagai pusat pelanggaran HAM

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe