Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Petani dan pedagang risau ketersediaan cabai
  • Sabtu, 09 Desember 2017 — 09:14
  • 1425x views

Petani dan pedagang risau ketersediaan cabai

Topan, petani cabai di Yahim Sentani, memilki ada enam bedeng kebun yang ia tanami rica dan melon namun beberapa bedeng lainnya dimakan hama buah sehingga rica di bulan Desember ini tidak bisa dipastikan ketersediannya.
Topan saat memperlihatkan tanaman rica di kebunnya yang rusak dimakan hama - Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi - Petani kebun rica (cabai) di Yahim Sentani, Topan (30), mengatakan bulan Desember ini ketersedian rica belum tentu mencukupi karena cuaca yang kurang baik dari awal pekan.

“Stok untuk bulan Desember ini tetap ada atau tidak itu belum tahu juga karena faktor cuaca juga yang sering hujan ini. Namun untuk ketersediaan rica di bulan Desember ini saya tetap usahakan harus ada,” ucapnya.

Petani rica ini mengatakan ia memilki ada enam bedeng kebun yang ia tanami rica dan melon namun beberapa bedeng lainnya dimakan hama buah sehingga rica di bulan Desember ini tidak bisa dipastikan ketersediannya.

“Saya punya lahan ada beberapa baris itu dimakan hama dan yang sedang saya panen ini buahnya sebagian rusak. Menjelang natal nanti hanya ada satu bedeng saja, itu juga belum tahu apakah akan baik semua atau tidak,” jelas Topan, saat ditemui Jubi di kebun miliknya, Jumat (8/12/2017).

Topan menjelaskan setiap datangnya panen rica dia biasa mendapatkan 10 karung isi 15 kg. Namun dengan keadaan seperti sekarang ini tidak tahu berapa yang akan dipanen.

“Untuk nanti sebelum natal baru petik itu pasti hanya satu karung saja. Saya habis Rp 20 juta untuk tanam dan pupuk. Modal kembali hanya Rp 10 juta juga saya rugi karena pas mau panen hama lalat buah dengan daun sudah bikin rusak,” kata pria asal Jawa Timur ini.

Ia juga mengalami kerugian di sisi penjualan karena di pasar harga rica yang tidak normal.

“Kadang itu barang yang masuk dari jauh-jauh itu yang bikin harga jatuh,” tutur Topan, yang sudah 10 tahun menekuni berkebun rica.

Seorang penjual bumbu dapur di Pasar Pharaa Sentani, yang ditemui Jubi di kebun rica milik Topan, Supriyadi, mengatakan ia juga khawatir akan ketersediaan rica di bulan Desember ini karena faktor cuaca yang tidak bagus.

“Saya pedagang, jadi saya langsung ambil di kebun. Harga rica masih main di Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogramnya dari bulan lalu,” ujar Supriyadi.

Ia juga mengatakan untuk mengantisipasi menjelang perayaan natal ini harus diusahakan barang jualan itu harus ada.

“Pedagang itu kalau lihat pemasok di Jayapura di kebun-kebun penghasil rica kosong, kami pesan ke Sulawesi. Kalau di tempat pemasok rica untuk di Jayapura ada, kami tidak berani ambil dari luar, karenaa rica yang dari luar cepat rusak kalau bermalam hanya satu hari,” jelas Supriyadi. (*)

loading...

Sebelumnya

Pelabuhan Jayapura datangkan dua alat bongkar muat baru

Selanjutnya

Jelang Natal dan Tahun Baru, stok bahan pokok di Papua aman

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe