Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Jelang Natal dan Tahun Baru, stok bahan pokok di Papua aman
  • Sabtu, 09 Desember 2017 — 09:11
  • 1432x views

Jelang Natal dan Tahun Baru, stok bahan pokok di Papua aman

Meskipun pasokan bapok aman, penanggung jawab Operasional PT Maju Makmur, Nurudin, memastikan pihaknya tidak akan menaikkan harga semua komoditi tersebut, kecuali beras premium yang harganya memang sudah naik dari Surabaya (penghasil beras premium). 
Sidak yang dilakukan Kemendag beberapa waktu lalu - Jubi/Sindung 
Sindung Sukoco
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Stok bahan pokok jelang Natal dan Tahun Baru berada di posisi aman dan terkendali. 

Hal ini diungkapkan salah satu distributor bahan pokok di Papua, PT Maju Makmur, kepada Jubi melalui telepon selularnya, Jumat (8/12/2017).

Penanggung jawab Operasional PT Maju Makmur, Nurudin memastikan bahwa stok bahan pokok (bapok) seperti garam, minyak goreng, tepung, gula, susu, dan beras aman hingga Januari 2018. 

Meskipun pasokan bapok aman, Nurudin memastikan pihaknya tidak akan menaikkan harga semua komoditi tersebut, kecuali beras premium yang harganya memang sudah naik dari Surabaya (penghasil beras premium). 

“Sejak beberapa hari kemarin harga beras premium semua merk memang sudah naik. Modal dari Jawa saja sekarang sudah Rp 12 ribu. Jika dihitung dengan ongkos kirim, di Jayapura saya perkirakan harganya menjadi Rp 245 ribu/sak. Jadi diperkirakan akan ada kenaikan Rp 7.000 hingga Rp 10.000,” jelasnya.

Penyebab kenaikan harga beras premium tersebut, kata Nurudin disebabkan musim penghujan di daerah penghasil sehingga mengakibatkan banyak petani gagal panen dan sulit menemukan beras kualitas premium. 

Meskipun ada beberapa komoditi yang harganya sedikit naik, dirinya meyakini hal tersebut tidak akan mempengaruhi penjualan dan permintaan dari konsumen.

Agung, staf Mekarsari Entrop, mengakui adanya kenaikan harga beras premium.

“Saya belum menerima perintah mengganti harga beras, tapi saya sudah mendengar adanya kenaikan tersebut. Salah satu faktornya adalah naiknya harga kontainer,” tegasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Petani dan pedagang risau ketersediaan cabai

Selanjutnya

Harga matoa mahal karena faktor beda rasa

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32960x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8998x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6515x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6000x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5671x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected].com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe