Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Perawat di Jayawijaya didorong penuhi syarat pelayanan
  • Minggu, 10 Desember 2017 — 15:43
  • 1093x views

Perawat di Jayawijaya didorong penuhi syarat pelayanan

Salah satu upaya itu mengirim beberapa perawat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pelantikan pengurus PPNI Jayawijaya-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi – Para perawat yang bertugas di Kabupaten Jayawijaya, terus didorong agar mampu memenuhi syarat pelayanan keperawatan sesuai dengan standar yang ditetapkan kementerian kesehatan. Salah satu upaya itu mengirim beberapa perawat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Pemda juga membantu mereka yang belum memenuhi standar ijazahnya, dimana di 2017 ini pemerintah mendukung secara pembiayaan,” kata Asisten I Sekda Jayawijaya, Tinggal Wusono, usai pelantikan pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Jumat (8/12/2017).

Bantuan pendidikan itu diharapkan mampu memenuhi syarat sesuai ketentuan,  khususnya bagi perawat teman yang belum memiliki ijazah sesuai ketentuan undang-undang.

“Karena pada tahun 2020 dan 2021 semua sudah harus memenuhi syarat pelayanan," kata Tinggal menambahkan.

Menurut dia, beberapa tahun terakhir organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jayawijaya mengalami vakum karena disebabkan organisasi kurang menghimpun anggota dan mendorong pengembangan diri.

Ia berharap PPNI mampu membangun penguatan, sehingga bisa sinergi dengan lembaga lain dengan cara meningkatkan koordinasi organisasi dan  kompetensi anggota.

Tinggal menyebutkan perawat di Jayawijaya sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan,  sehingga harus terus dibekali ilmu, apa lagi berdasarkan kenyataan, masih ada Puskesmas yang belum memiliki apoteker dan  dokter. Sehingga perawat mengambil alih tugas apoteker dan dokter,” katanya.

Ketua PPNI Kabupaten Jayawijaya, Sonya Korwa mengatakan pada tahap awal ini akan menghidupkan kembali organisasinya  tersebut. “Melalui pendataan jumlah perawat yang ada,” kata Sonya .

Ia mengaku belum tahu jumlah perawat di Jayawijaya, tetapi perkiraanya jumlah perawat yang ada hampir 1000 orang. “Kami sudah mendata perawat yang dari SPK yang sudah mengambil jenjang pendidikan ke Diploma 3,” katanya.

Ia akan mendorong para perawat yang belum memenuhi standar agar mengikuti jenjang pendidikan berkelanjutan, sehingga mereka bisa mendapat surat tanda registrasi (STR). (*)

 

loading...

Sebelumnya

Jurnalis Jayawijaya gelar Natal bersama RBW dan loper koran

Selanjutnya

Momen Natal, anggota TP PKK Yahukimo diajak evaluasi diri

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 6677x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6299x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5894x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe