Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Rohaniawan Katolik desak pos TNI Yalet di Kimaam ditutup
  • Minggu, 10 Desember 2017 — 17:22
  • 1105x views

Rohaniawan Katolik desak pos TNI Yalet di Kimaam ditutup

Kehadiran Pos TNI Yalet disana justru membuat trauma masyarakat, pasca tewasnya seorang warga kampung Woner, Isak Dermuyen Kua, setelah dianiaya oknum anggota TNI Yalet beberapa waktu lalu.
Pastor Pius Manu sedang memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,'

Merauke, Jubi – Seorang rohaniawan Katolik di Kabupaten Merauke, Pastor Pius Manu, mendesak Pos TNI Yalet di Kimaam ditutup dan anggota yang ditempatkan disana ditarik ke kesatuannya. Karena kehadiran mereka disana justru membuat trauma masyarakat, pasca tewasnya seorang warga kampung Woner, Isak Dermuyen Kua, setelah dianiaya oknum anggota TNI Yalet beberapa waktu lalu.

“Saya ingin bertanya, apakah begitu penting untuk menempatkan TNI Yalet di Kimaam? Negara ini sepertinya tak memiliki aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian,” tegas Pastor Pius kepada Jubi, Sabtu (9/12/2017).

Selama ini, lanjut Pastor Pius, ada pos polisi di Kimaam. Disana juga ada sejumlah anggota polisi bertugas.

“Kenapa bukan mereka yang diberikan kewenangan menjaga kamtibmas. Tetapi justru menghadirkan lagi TNI,” tegasnya.

Hal serupa disampaikan seorang tokoh masyarakat Kimaam, Paskalis Imadawa. Menurutnya, selama ini Kimaam bukan masuk daerah rawan sehingga harus dijaga aparat TNI. Masyarakat setempat, katanya, selalu hidup damai dan rukun. Mereka tak membuat tindakan anarkhis hingga membuat daerah menjadi rawan.

“Saya melihat itu dirawankan. Lalu ada unsur kesengajaan dibuat oknum TNI  untuk membuat keributan dengan tindakan menganiaya Isak hingga tewas,” tegasnya.

“Satu saja yang kami minta, pos Yalet dibongkar dan semua anggota TNI yang bertugas disana, ditarik kembali ke kesatuan. Karena dengan kehadiran mereka disana justru akan membuat ketakutan bagi masyarakat setempat,” ujarnya.

Imadawa juga minta kasus penganiayaan terhadap Isak hingga meninggal dunia, tidak hanya divisum. Lebih baik dilakukan otopsi untuk mengungkap sesunggunya pengianyaan berat di sejumlah organ tubuh korban.  (*)

loading...

Sebelumnya

Pastor Anselmus Amo: Kebebasan berekspresi KNPB masih dibungkam

Selanjutnya

Investasi kepala sawit, pemilik ulayat makin terpojok

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4860x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4274x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4133x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3475x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2921x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe