Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Pemalangan SDLB, Kadis P dan P Merauke bingung
  • Minggu, 10 Desember 2017 — 17:39
  • 865x views

Pemalangan SDLB, Kadis P dan P Merauke bingung

“Memang agak rumit untuk melakukan penyelesaian kepemilikan tanah SDLB di Biankuk. Karena disitu ada lima orang mengklaim sebagai pemilik ulayat. Mereka mengaku mengantongi bukti kepemilikan berupa pelepasan tanah secara adat,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Felix Liem Gebze, kepada sejumlah wartawan, Sabtu (9/12/2017).
Kadis Pendidikan dan Pengajaran Merauke, Felix Liem Gebze, sedang beri keterangan pers – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Felix Liem Gebze, mengaku bingung dengan aksi pemalangan Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) selama beberapa kali oleh orang berbeda.

“Memang agak rumit untuk melakukan penyelesaian kepemilikan tanah SDLB di Biankuk. Karena disitu ada lima orang mengklaim sebagai pemilik ulayat. Mereka mengaku mengantongi bukti kepemilikan berupa pelepasan tanah secara adat,” ungkap Liem Gebze, kepada sejumlah wartawan, Sabtu (9/12/2017).

Awalnya, lanjut dia, hanya Samirudin yang melakukan pemalangan serta mengklaim tanah di SDLB miliknya dan belum dibayar pemerintah. Beberapa saat kemudian, muncul lagi nama lain yang berbeda dan melakukan pemalangan.

“Saya sendiri juga bingung, sehingga langkah yang dilakukan adalah akan melakukan pertemuan bersama sejumlah orang itu. Karena mereka mengklaim sebagai pemilik tanah,” ujarnya.

Nantinya, lanjut Liem Gebze, saat pertemuan, mereka diminta menunjukkan bukti kepemilikan tanah sehingga menjadi lebih jelas. Juga akan dilakukan peninjauan lapangan, sekaligus mereka menunjuk lokasi masing-masing.

“Jika dalam pertemuan tak membuahkan hasil, solusi terakhirnya adalah memberikan kesempatan kepada beberapa orang itu untuk menempuh jalur hukum,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, beberapa waktu lalu, Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bahara Marpaung turun ke SDLB sekaligus mencabut papan yang dipalang pemilik ulayat.

Sehingga proses belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana biasa.

Secara terpisah Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung, membenarkan mencabut palang di sekolah tersebut. Meskipun palang dicabut, namun pihak-pihak yang mengklaim sebagai pemilik tanah diberikan kesempatan duduk menyelesaikan.

“Saya sudah minta Kadis Pendidikan dan Pengajaran Merauke agar menyelesaikan persoalan tanah tersebut sehingga tidak ada aksi pemalangan lagi,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Investasi kepala sawit, pemilik ulayat makin terpojok

Selanjutnya

Ratusan mahasiswa serbu kantor DPRD Merauke

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Lembar Olahraga |— Minggu, 22 April 2018 WP | 9763x views
Berita Papua |— Jumat, 20 April 2018 WP | 3398x views
Pasifik |— Senin, 23 April 2018 WP | 2131x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe