Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Penduduk Kepulauan Pitcairn dalam ‘proses rekonsiliasi
  • Minggu, 10 Desember 2017 — 17:47
  • 814x views

Penduduk Kepulauan Pitcairn dalam ‘proses rekonsiliasi

“Apa yang benar-benar mengesankan selama tiga tahun terakhir adalah bagaimana penduduk pulau itu sendiri telah bergerak maju, mereka telah mengambil banyak tanggung jawab untuk maju dan menghadapi apa yang terjadi di masa lalu.”
Gubernur Kepulauan Pitcairn merangkap Komisaris Tinggi Inggris untuk Selandia Baru Jonathan Sinclair – RNZ
RNZI
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Adamstown, Jubi – Gubernur Kepulauan Pitcairn di Selatan Pasifik yang akan turun jabatan dalam waktu dekat mengatakan bahwa 42 dari penduduk pulau tersebut telah bekerja keras untuk berdamai dengan sesama dan dengan pemerintah.

Pada tahun 2006, enam laki-laki, termasuk Walikota Kepulauan itu, dinyatakan bersalah atas tuduhan pelecehan seksual setelah proses persidangan yang berkepanjangan dan menarik perhatian internasional terhadap pulau itu dan memecah belah penduduknya.

Kasus ini juga memulai kembali perdebatan hukum yang berkepanjangan mengenai wewenang Pemerintah Inggris atas Kepulauan Pitcairn, yang semua penduduknya berasal dari keturunan para pemberontak kapal HMS Bounty ditahun 1700-an.

Jonathan Sinclair, Gubernur Kepulauan Pitcairn yang juga merupakan Komisaris Tinggi Inggris untuk Selandia Baru, mengatakan pulau tersebut telah mengadakan proses rekonsiliasi dalam tiga tahun terakhir yang difasilitasi oleh sekelompok pakar yang didatangkan dari luar pulau itu.

“Kejadian yang, katakanlah, 10 tahun lalu telah menyebabkan konflik tingkat rendah antara warga kepulauan kami dan pemerintah (Inggris) yang telah menyebabkan perpecahan yang sangat besar. Itu adalah masa lalu kita dan penduduk kepulauan itu dan pemerintahan sekarang bekerja dengan sangat erat.

“Apa yang benar-benar mengesankan selama tiga tahun terakhir adalah bagaimana penduduk pulau itu sendiri telah bergerak maju, mereka telah mengambil banyak tanggung jawab untuk maju dan menghadapi apa yang terjadi di masa lalu.”(Elisabeth C.Giay)

loading...

Sebelumnya

Akhirnya Kaledonia Baru miliki Presiden

Selanjutnya

Kepulauan Solomon keluar dari Aturan Tokelau

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32960x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8998x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6515x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5999x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5671x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe