Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Kepulauan Solomon keluar dari Aturan Tokelau
  • Minggu, 10 Desember 2017 — 17:53
  • 470x views

Kepulauan Solomon keluar dari Aturan Tokelau

“Kami memiliki kebijakan sendiri untuk mengembangkan perikanan long-line kita di masa depan dan bergabung dengan kesepakatan ini bisa menghalangi dan membatasi batas tangkapan kami,” kata Lasi, Kepala Delegasi untuk Kepulauan Solomon, di pertemuan Komisi Tuna ke-14 tersebut.
Kepala Delegasi Kepulauan Solomon dan Wakil Menteri Perikanan, Ferral Lasi, saat pertemuan di Manila. – Solomon Star/ Fatu Tauafiafi, Pacific Guardian
Admin Jubi
redaksionline@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Manila, Jubi – Kepulauan Solomon telah mengundurkan diri dari kesepakatan utama bidang penangkapan tuna yang disebut Pengaturan Tokelau dengan alasan pengaturan itu berbahaya bagi negaranya dan alokasi tangkapan ikan tunanya di masa depan.

Pengaturan Tokelau adalah sebuah kesepakatan di antara negara-negara anggota Pacific Islands Forum Fisheries Agency (Forum Badan Perikanan Kepulauan Pasifik; FFA), untuk membatasi tangkapan tuna spesies Albacore di area perairan EEZ (Zona Ekonomi Khusus) mereka.

Tujuan kesepakatan itu adalah untuk mengembalikan profitabilitas dan keberlanjutan dari pasokan perikanan namun pengaturan itu hanya akan berjalan jika semua negara yang terlibat dalam penangkapan albacore turut mengambil bagian.

Kepulauan Solomon ambil bagian dari pengaturan itu yang ditandatangani pada sesi tahunan yang ke-11 komisi Western Central Pacific Commission yang diadakan di Samoa pada tahun 2014.

Wakil Menteri untuk Kementerian Perikanan dan Kelautan Kepulauan Solomon Ferral Lasi telah mengkonfirmasi pengunduran diri negara itu dari kesepakatan tersebut.

“Ya, kami keluar karena keterikatan itu berpotensi menghambat alokasi tangkapan kami di masa depan.

“Kami memiliki kebijakan sendiri untuk mengembangkan perikanan long-line kita di masa depan dan bergabung dengan kesepakatan ini bisa menghalangi dan membatasi batas tangkapan kami,” kata Lasi, Kepala Delegasi untuk Kepulauan Solomon, di pertemuan Komisi Tuna ke-14 tersebut.

Berbicara kepada wartawan regional dalam sebuah konferensi pers selama akhir pekan, Bubba Cook dari WWF mengatakan keluarnya Kepulauan Solomon dari kesepakatan tersebut sangat disayangkan, saat menghubungkan keputusan itu dengan solidaritas Pasifik.

“Kekuatan terbesar Kepulauan ini adalah solidaritas mereka. Ketika semua Kepulauan (Pasifik) berkumpul dan menginginkan sesuatu dilakukan seperti yang kita lihat pada tahun lalu di pertemuan Komisi sehubungan dengan isu keselamatan tim pengamat, mereka bisa menyelesaikan semua masalah.

“Dan sehubungan dengan Pengaturan Tokelau, kami telah meminta upaya perbaikan pada area garis perikanan Selatan Pasifik mungkin selama satu dekade terakhir dan hal ini terus memburuk.”(Solomon Star/Elisabeth C.Giay)

loading...

Sebelumnya

Penduduk Kepulauan Pitcairn dalam ‘proses rekonsiliasi

Selanjutnya

Kampung di Samoa melarang toko milik orang asing

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe