Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Kampung di Samoa melarang toko milik orang asing
  • Minggu, 10 Desember 2017 — 18:04
  • 400x views

Kampung di Samoa melarang toko milik orang asing

Seve membantah keputusan itu dituding diskriminatif. Sebaliknya, dia mengatakan ingin melindungi prospek bisnis bagi masa depan penduduk kampung masing-masing.
Sebuah toko di Kampung Iva, Pulau Savaii, Samoa – RNZI/ Iva Village Facebook
Admin Jubi
redaksionline@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Fa'asaleleaga, Jubi – Dewan Kampung Iva, Pulau Savai'i, akhirnya bergabung dengan beberapa kampung di Samoa yang melarang toko-toko milik orang-orang Tionghoa beroperasi di kampung mereka.

Hal ini dikonfirmasi oleh Walikota Kampung Iva, Seve Luki, saat diwawancarai Samoa Observer.

Dengan memberlakukan larangan itu, Kampung Iva bergabung dengan Kampung Salelologa yang juga telah lebih dulu melarang toko-toko Tionghoa beroperasi di kampung mereka dan mendirikan bisnis di atas tanah adat orang Samoa.

Seve membantah keputusan itu dituding diskriminatif. Sebaliknya, dia mengatakan ingin melindungi prospek bisnis bagi masa depan penduduk kampung masing-masing.

“Kampung kami mengadakan pertemuan dan kami semua sepakat agar tidak ada toko-toko Tionghoa yang diizinkan di Iva,” kata Seve.

“Kekhawatiran kami adalah jika kita mengizinkan usaha asing didirikan sekarang, generasi masa depan kita tidak akan dapat menggunakan tanah tersebut saat mereka tumbuh dewasa karena orang-orang asing ini akan menggunakan semua tanah mereka.

“Itulah alasan mengapa kami memutuskan bahwa saat ini adalah saat terbaik menghentikan pendirian bisnis asing sebelum menjadi masalah di masa depan dan semua orang akan terpengaruh. Yang terpenting, kami ingin mendorong bisnis lokal kami sendiri.”

Seve menjelaskan bahwa keputusan pelarangan tersebut menyusul sebuah kejadian saat warga kampung menemukan sebuah toko milik orang Tionghoa sedang dibangun.

“Saya tidak ingin membahas secara rinci mengenai apa yang terjadi karena keluarga yang menyewakan tokonya ke operator bisnis Tionghoa sudah dikenai sanksi oleh kampung.

“Dan sekarang dewan kampung setuju untuk memberikan ijin operasi toko asing tapi dengan syarat tertentu.

Itu termasuk bahwa toko itu menjadi toko Tionghoa pertama dan terakhir yang beroperasi di kampung Iva.

“Syarat lain adalah hanya orang-orang dari kampung kami yang bisa bekerja diusahanya dan dia juga wajib melakukan 'monotaga' (praktik budaya dan tradisional pemberian pelayanan kepada kampung) seperti orang lain (kepala-kepala suku) dan dia juga harus menaati jam malam kampung serta jadwal buka dan tutup tokonya dari hari Senin sampai Minggu.”

Keputusan untuk menghentikan toko-toko milik orang-orang Tionghoa di kampung-kampung bukanlah hal baru. Kampung Salelologa dan Moata'a di Upolu baru-baru ini menarik perhatian untuk pendirian mereka mengenai masalah ini.(Samoa Observer/Elisabeth C.Giay)

loading...

Sebelumnya

Kepulauan Solomon keluar dari Aturan Tokelau

Selanjutnya

Minim hasil, Pemerintah PNG kaji proyeknya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe