TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Minim hasil, Pemerintah PNG kaji proyeknya
  • Senin, 11 Desember 2017 — 13:26
  • 779x views

Minim hasil, Pemerintah PNG kaji proyeknya

Dia mengatakan pemerintah tetap berkomitmen terhadap proyek tersebut dan harus meninggalkan pola salah urus yang terjadi sejauh ini.
Sebuah tanda jalan di pagar sekeliling proyek Pacific Marine Industrial Zone (PMIZ) di Madang, satu dari sedikit infrastruktur yang dibangun dengan dana hampir sepuluh juta dolar AS yang dihabiskan untuk proyek milik pemerintah Papua Nugini dalam satu dekade terakhir – RNZ / Johnny Blades
RNZI
[email protected]
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Madang, Jubi – Pemerintah Papua Nugini telah menghabiskan sekitar 10 juta dolar AS selama satu dekade dalam sebuah proyek infrastruktur besar yang hasilnya tidak memuaskan.

Menteri Perdagangan dan Industri yang baru, Wera Mori, telah mengawasi peninjauan kembali proyek Pacific Marine Industrial Zone (Kawasan Industri Kelautan Pasifik; PMIZ) di Madang.

Wera Mori mengatakan dana tersebut (30 juta Kina) dipergunakan untuk jalan sepanjang 2,5 kilometer yang buruk jalurnya dan sebuah gerbang di lokasi proyek yang direncanakan akan digunakan sebagai  pusat perikanan regional di pantai utara PNG.

Kajian ulang proyek tersebut secara luas mengungkapkan pembelanjaan yang tidak dapat dibenarkan dan berlebihan, misalnya untuk gerbang yang berharga 1,2 Juta dolar AS atau 4 Juta Kina, menurut Mori dana itu ‘terlalu tinggi’.

Meskipun dua pendahulunya pada jabatan Menteri Perdagangan dan Industri, Richard Maru dan Gabriel Kapris, terlibat dalam pengembangan konsep PMIZ, Mori enggan meletakkan kesalahan di oknum tertentu namun mengatakan bahwa proyek tersebut akan dilihat oleh Auditor Umum.

“Mereka pada dasarnya hanya melihat-lihat buku-buku (laporan keuangan) itu,” Mori menjelaskan, ”selain itu kita hanya bisa meneruskan ke langkah selanjutnya dan harus meletakkan kesalahan ini di belakang kita.”

Dia mengatakan pemerintah tetap berkomitmen terhadap proyek tersebut dan harus meninggalkan pola salah urus yang terjadi sejauh ini.

“Di masa lalu, pembangunan proyek ini tidak pernah mengalami pengkajian. Dalam bulan depan dan untuk kelanjutannya apa yang akan terjadi adalah bahwa proyek itu (PMIZ) akan berada di bawah pengawasan kementerian saya, sehingga kami, secara bulanan akan memantau apa yang sebenarnya terjadi di lapangan, sehingga ketika kita menghabiskan uang ada pengembalian dan manfaat nyata yang disumbangkannya.”

Wera Mori membenarkan proyek tersebut menggunakan pinjaman AS $ 156 Juta dari Exim Bank di Tiongkok.

Kontrak untuk pembangunan awal proyek PMIZ diberikan kepada kontraktor Tiongkok, China Shenyang International Economic & Technical Co-operation Limited. Namun kontrak tersebut tidak diproses melalui Badan Tender PNG.(Elisabeth C.Giay)

loading...

Sebelumnya

Kampung di Samoa melarang toko milik orang asing

Selanjutnya

Banjir bandang rusak dua jembatan di Dataran Guadalcanal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat