Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. AMPS minta oknum TNI pelaku penganiayaan diadili di peradilan HAM
  • Senin, 11 Desember 2017 — 17:28
  • 1338x views

AMPS minta oknum TNI pelaku penganiayaan diadili di peradilan HAM

Beberapa foto  korban Isak Dermuyen Kua, warga Kampung Woner, Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, yang tewas dianiaya oknum TNI Yalet beberapa waktu lalu, dibawa serta dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Papua Selatan Peduli HAM.
Foto korban Isak Dermuyan Kua yang dibawa saat aksi demonstrasi di Kantor DPRD Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Beberapa foto  korban Isak Dermuyen Kua, warga Kampung Woner, Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, yang tewas dianiaya oknum TNI Yalet beberapa waktu lalu, dibawa serta dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Papua Selatan Peduli HAM.

Dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, Senin (11/12/2017), sejumlah mahasiswa mengutuk dengan keras tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oknum anggota TNI Yalet, hingga mengakibatkan korban meninggal dunia di sel tahanan.

“Kami minta pelaku pembunuhan Isak Dermuyen Kua diadili dan disidangkan melalui peradilan Hak Asasi Manusia (HAM) Nasional secara transparan,” pinta koordinator aksi demonstrasi, Frans Wanima.

Penganiayaan terhadap korban hingga meninggal dunia, lanjut Frans, menjadadi perhatian berbagai kalangan. Olehnya, harus diusut tuntas karena  kasus tersebut dilakukan oknum anggota TNI Yalet yang bertugas di Kimaam.

Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Moses Kaibu, mengaku dalam waktu tidak terlalu lama Dewan akan mengundang Komandan Yalet untuk dilakukan hearing bersama.

“Memang ada desakan dari keluarga bahwa Dandim 1707 Merauke  memberikan klarifikasi. Namun, itu bukan kewenangannya. Tetapi Komandan Yalet yang bertanggung-jawab, akibat perbuatan penganiayaan beberapa anggotanya di Kimaam,” tuturnya.  (*)

loading...

Sebelumnya

Ratusan mahasiswa serbu kantor DPRD Merauke

Selanjutnya

Tiga kabupaten di Papua Selatan diingatkan batasi investasi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe