Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Tiga kabupaten di Papua Selatan diingatkan batasi investasi
  • Senin, 11 Desember 2017 — 17:48
  • 1479x views

Tiga kabupaten di Papua Selatan diingatkan batasi investasi

Minimal, kata Direktur Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Keuskupan Agung Merauke, Pastor Anselmus Amo, pemerintah kabupaten Merauke, Boven Digoel, dan Mappi, mengawasi pelaksanaan investasi agar tak menimbulkan konflik di tengah masyarakat adat dan degradasi lingkungan dalam skala luas.
Sejumlah wartawan saat mengikuti jumpa pers  bersama SKP Keuskupan Agung Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Tiga kabupaten di Papua Selatan yakni Merauke, Boven Digoel, dan Mappi, diingatkan untuk membatasi investasi yang mengarah kepada pembukaan kawasan hutan dalam skala besar.

Hal itu disampaikan Direktur Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Keuskupan Agung Merauke, Pastor Anselmus Amo, kepada Jubi, Senin (11/12/2017).

Minimal, katanya, pemerintah dari tiga kabupaten itu mengawasi pelaksanaan investasi agar tak menimbulkan konflik di tengah masyarakat adat dan degradasi lingkungan dalam skala luas.

Hal lain yang disampaikan Pastor Anselmus yakni minta pemerintah mengembangkan pangan lokal yang menjamin keberlanjutan budaya masyarakat adat.

Selain itu, pintanya, perlu dilakukan pemetaan wilayah adat batas marga agar terdapat kepastian administrasi wilayah adat di kalangan masyarakat sendiri.

Pator Anselmus menambahkan perlunya sikap tegas pemerintah di tiga kabupaten itu dalam menjamin akses pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat di kampung-kampung.

Sebelumnya, Pastor Pius Manu juga menyoroti investasi yang dilakukan di Kabupaten Merauke. Dimana, sebagian besar hutan milik  masyarakat adat, dibabat hanya untuk pengembangan kelapa sawit.

Dengan semakin luas hutan yang dibabat hanya demi kepentingan investasi, habitat di dalamnya secara perlahan-lahan mulai punah. (*)

 

loading...

Sebelumnya

AMPS minta oknum TNI pelaku penganiayaan diadili di peradilan HAM

Selanjutnya

Program MIFEE di Merauke, John Wob: Saya pernah bersurat ke Sekjen PBB

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe