Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Program MIFEE di Merauke, John Wob: Saya pernah bersurat ke Sekjen PBB
  • Senin, 11 Desember 2017 — 18:47
  • 1524x views

Program MIFEE di Merauke, John Wob: Saya pernah bersurat ke Sekjen PBB

Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), John Wob, mengungkapkan dirinya pernah melayangkan surat penolakan kepada Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) terkait program Merauke Integrated Food and Energi Estate (MIFEE) di Kabupaten Merauke sejak 2010 silam.
Anggota MRP, John Wob, saat berorasi di halaman Kantor DPRD Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), John Wob, mengungkapkan dirinya pernah melayangkan surat penolakan kepada Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) terkait program Merauke Integrated Food and Energi Estate (MIFEE) di Kabupaten Merauke sejak 2010 silam.

Selain dikirim ke Sekjen PBB,dia juga bersurat kePresiden Republik Indonesia (RI) saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono. Tebusannya dikirikm ke Paus di Roma.

Hal ini disampaikan John Wob kepada Jubi, Senin (11/12/2017). 

Dikatakan, dalam surat itu secara jelas dinyatakan dampak program MIFEE akan membuat orang Marind punah. Karena dari tahun ke tahun,hutan masyarakat dibabat demi kegiatan investasi.

“Terus terang, tak ada dampak positif sama sekali yang dapat dirasakan masyarakat Marind dengan keberadaan program MIFEE yang terus berjalan sampai sekarang di Kabupaten Merauke,” tegasnya.

John Wob berjanji akan terus bersuara lantang di MRP sekaligus mendesak pemerintah pusat segera mencabut program MIFEE, lantaran akan memberikan kepunahan kepada masyarakat asli Marind-Papua.

Koordinator Aliansi Mahasiswa Papua Selatan, Frans Wanima, juga mendesak pemerintah pusat menghentikan MIFEE di Merauke. Karena lahan seluas 1,6 juta hektar milik masyarakat Marind, telah dimanfaatkan untuk program tersebut.“Tidak ada dampak positifnya sama sekali. Justru dengan kehadiran program MIFEE menambah kepunahan bagi masyarakat Marind,” tegasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Tiga kabupaten di Papua Selatan diingatkan batasi investasi

Selanjutnya

AMPS beberkan sejumlah pelanggaran HAM di Papua Selatan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe