Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jawa
  3. Mahasiswa Papua di Jawa menuntut penuntasan HAM
  • Senin, 11 Desember 2017 — 21:05
  • 1376x views

Mahasiswa Papua di Jawa menuntut penuntasan HAM

Tuntutan itu disampaikan bertepatan peringatan hari HAM sedunia, 10 Desember 2017 kemarin.
Mahasiswa asal Papua di Jawa usai menggelar diskusi -Jubi/Ist
David Sobolim
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Semarang-Jubi,  Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Semarang-Salatiga menuntut agar penuntasan kasus pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) di daerah asalnya, Papua. Tuntutan itu disampaikan bertepatan peringatan hari HAM sedunia, 10 Desember 2017 kemarin.

“Di Papua kondisi perlindungan HAM semakin memburuk dari tahun ke tahun, kami minta segera dituntaskan dengan pengusutan secara transparan dan jelas,” kata Ney Sobolim, perwakilan mahasiswa asal Papua di Semarang, Minggu (10/12/2017).

Ia menyebutkan sejak perebutan wilayah Papua dan dikeluarkan TRIKORA oleh Presiden RI Soekarno, hingga dianeksasi kedalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kejahatan kemanusiaan terus terjadi.

“Padahal sebelumnya rakyat Papua hidup aman dan damai dengan berkebun, meramu di tanahnya sendiri,’ kata ney menjelaskan.

Lebih ironis kondisi Papua  di bawah rezim Soeharto didukung kapitalis global, terutama Amerika Serikat yang mengeksploitasi sumber daya alam (SDA). Hal itu dibuktikan kontrak karya PT Freeport tahun 1967 yang  kemudian melegitimasi kejahatan kemanusiaan dengan menjadikan wilayah Papua sebagai Daerah Operasi Militer besar-besaran 1970-an hingga 1990-an. Akibatnya ribuan rakyat Papua terbunuh dan ribuan lainnya mengungsi ke Papua Nugini.

Dari semua pelanggaran HAM yang dilakukan militer tidak diselesaikan oleh negara, ia menyebut beberapa pelanggaran HAM berat lain seperti Biak Berdarah pada 1998, Wasior Berdara 2001, Wamena Berdarah 2003, Abepura Berdarah 2006.

“Termasuk beberapa tokoh Papua di antaranya  Arnold Clemen Ap pada 1982, Thom Wainggai 1996, Theys H. Eluay 2001, Musa Mako Tabuni 2012, dan lainnya,” katanya.

Yang terbaru di bawah rezim Jokowi-JK, pada 8 Desember 2017, 8 Siswa SMA di Paniai ditembak anggota TNI, lima  di antaranya meninggal, 1 orang di Deiyai ditembak pada 2017, 1 orang di Merauke meninggal akibat dianiaya oleh anggota TNI pada 2017.

Selain mengusut pelanggaran HAM, mahasiswa juga minta agar militer TNI dan Polri  Organik dan Non-organik diatrik dari seluruh Tanah Papua. (*)

loading...

Sebelumnya

Ones Pahabol - Petrus Mambay deklarasikan bakal Cagub Cawagub

Selanjutnya

Pencabutan izin MAF, warga pedalaman Papua terancam terisolasi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe