TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Kongres ke-18 GBP, sepuluh ribu jemaat sambut tiga pemimpin gereja Papua
  • Selasa, 12 Desember 2017 — 13:25
  • 1772x views

Kongres ke-18 GBP, sepuluh ribu jemaat sambut tiga pemimpin gereja Papua

Tiga pemimpin gereja Papua - Pdt Dr Sokratez Sofyan Yoman, Ketua Sinode KIGMI, Pdt Dr Benny Giay, dan Presiden Gidi, Pdt Dorman Wandikbo S.Th - yang dikenal dengan trio gembala kaum tertindas ini, hadir di Wamena dalam rangka pembukaan Kongres Gereja-gereja Babtis ke-18 Papua yang berlangsung di halaman Gereja Babtis Yomaima Sinakma, Wamena, Senin (11/12/2017). Konggres akan ditutup pada 14 Desember.
Ribuan jemaat dan peserta kongres bersalaman dengan tiga pemimpin gereja Papua – Jubi/IST 
Benny Mawel
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi – Sepuluh ribuan jemaat gereja-geraja Babtis Papua menyambut kehadiran Ketua Sinode Gereja-gereja Babtis Papua, Pdt Dr Sokratez Sofyan Yoman, Ketua Sinode KIGMI, Pdt Dr Benny Giay, dan Presiden Gidi, Pdt Dorman Wandikbo S.Th, di Wamena, Senin (11/12/2017).

Tiga pemimpin gereja Papua, yang dikenal dengan trio gembala kaum tertindas ini, hadir di Wamena dalam rangka pembukaan Kongres Gereja-gereja Babtis ke-18 Papua yang berlangsung di halaman Gereja Babtis Yomaima Sinakma, Wamena, Senin (11/12/2017). Konggres akan ditutup pada 14 Desember.

Ketiga pemimpin bersama rombongan Badan Penggurus Pusat Gereja Babtis Papua, dari penginapan Gereja Bahtera Sinakma menuju Yomaima, tempat pembukaan kongres. Ribuan jemaat hambur di jalan-jalan, berjalan kaki, mengiringi tiga pemimpin rakyat itu menuju tempat kongres sambil dansa ala pegunungan Papua.  

“Peserta kongres dari 27 wilayah dan 313 jemaat,” kata Ketua Panitia Kongres, Denius Kogoya, dalam sambutannya.

“Kongres ke-1, Desember 1966, hanya dihadiri 276 orang utusan dan 78 jemaat. Tetapi hari ini ribuan yang hadir,” ungkap Denius Kogoya, yang dikutip dari buku pedoman Kongres ke-18.

Presiden GIDI, Pdt Dorman, yang membawakan renungan dalam pembukaan kongres mengajak pemimpin-pemimpin gereja di Papua, khususnya gereja Baptis, tidak terlalu sibuk mengurus organisasi melainkan mengurus jemaat.

“Gereja-geraja jangan urus organisasi. Urus domba-domba. Mereka yang urus organisasi itu pendeta saja. Gembala itu yang mengurus domba-domba,”ungkapnya dalam khotbah.

Ia menyampaikan pokok menjawab soal bagaimana gembala menjaga domba-dombanya. Soal itu, menurut Wandikbo, ada tiga hal.  

Tugas pertama gembala adalah memberi makan. Domba-domba harus mendapatkan asupan gizi rohani. Karena, orang-orang yang tidak mendapatkan makanan rohani itu yang terjun ke jalan yang tidak takut akan Tuhan.

Tugas kedua, gembala harus memelihara domba. Gembala memelihara domba-domba supaya domba-domba mengenal suara gembala.   

Kalau sudah kasih makan, pelihara, tugas gembala yang terakhir adalah harus menjaga domba. Domba dijaga supaya tidak menjadi obyek keganasan binatang buas.

“Jaga mereka supaya jangan sampe serigala masuk terkam,” tegasnya, mengahiri renungan yang betul-betul menginspirasi itu.

Pdt Benny Giay dalam sambutan mewakili pesekutuan gereja-geraja Papua mengatakan gereja Baptis sudah membuktikan kemandirian. Gereja Baptis tidak tergantung kepada siapapun sebagaimana suara pemimpin Baptis ‘kita meminum air dari sumur sendiri’.

“Hari ini buktikan ko bisa. Ko hebat, ko bikin,” tegas Giyai, disambut aplaus ribuan jemaat.

Kata dia, kehebatan gereja Baptis itu sebenarnya kehebatan orang Papua yang sedang diinjak-injak penguasa. Kehebatan sudah diakui secara ilmiah melalui penelitian peradaban di Papua.

“Saya baru pulang dari Swiss. Para peneliti sudah membuktikan peradaban pertanian itu dimulai dari Papua hanya dunia sedang menyembunyikannya,” tegasnya.

Kata dia, peradaban luar bisa di bidang pertanian. Menurut dia, penelitian itu membuktikan semua pisang dan tebu yang ada di seluruh dunia berasal dari Papua.

“Potensi budaya itu bisa kita angkat kalau kita perhatikan pendidikan. Karena itu, saya pesan, kita perhatikan hak anak kita mendapatkan pendidikan yang baik,” tegasnya.

Ketua Sinode Gereja Baptis Papua sebelum membuka kongres secara resmi, dalam sambutannya mengatakan gereja Baptis ada untuk melindunggi umat Tuhan.

Karena itu, ia berharap kongres yang akan berlangsung berjalan dengan baik untuk melakukan evaluasi dan merencanakan program-program untuk dijalankan.

Kata dia, melalui kongres, siapapun yang akan terpilih, pihaknya mengajak untuk mendukung. Tetapi, kalau dirinya terpilih, jelas baginya.

“Saya akan jaga umat Tuhan. Tidak boleh ada pembunuhan atas nama NKRI di atas tanah ini,” tegasnya.  (*)

loading...

Sebelumnya

Pilkada Jayawijaya diharapkan bebas konflik

Selanjutnya

Bandara Wamena gandeng sejumlah pihak atasi krisis tiket

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4869x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4293x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4158x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3489x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2943x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe