Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Jelang Natal, Bulog distribusikan 1.750 ton beras
  • Rabu, 13 Desember 2017 — 14:50
  • 1190x views

Jelang Natal, Bulog distribusikan 1.750 ton beras

Distribusi beras tersebut bisa selesai dilakukan pada Desember 2017 ini.
ilustrasi Penerbangan pengangkutan kebutuhan pokok di Wamena-Mapenduma-Jubi/dok
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi – Mendekati Natal  dan Tahun Baru 2018, Perusahaan Umum Bulog sedang mendistribusikan 1.750 ton beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di delapan kabupaten di wilayah pegunungan tengah, Papua. Distribusi beras tersebut bisa selesai dilakukan pada Desember 2017 ini.

“Vendor pengangkutan diupayakan setiap hari  ada pengiriman dari Jayapura terhadap 1.750 ton beras," kata Kepala Kantor Seksi Logistik, Perum Bulog Wamena, Ahmar Mustari, Rabu (13/12/2017).

Meski masih proses pengiriman, ia memastikan stok atau ketersediaan beras di Gudang Bulog Wamena mencukupi. Tercatat  masih tersedia 700 hingga 800 ton  di gudang Bulog Wamena. “Tambahan itu kami harapkan cukup untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Pegunungan Tengah Papua sampai dengan akhir Desember,” kata Ahmar menambahkan.

Tercatat delapan Kabupaten yang masuk wilayah kerja Bulog Wamena, meliputi Kabupaten Jayawijaya, Yahukimo, Nduga, Lanny Jaya, Yalimo, Mamberamo Tengah, Tolikara, dan Pegunungan Bintang. Selain beras, saat ini bulg juga sedang koordinasi mendatangkan 200 ton gula murah ke Jayawijaya.

Koordinasi tersebut terkait dengan penetapan harga jual  barang kebutuhan pokok masyarakat, hal itu disebabkan Bulog tidak bisa menjual sesuai dengan harga nasional Rp 12.500 per kilogram di Jayawijaya.

"Untuk kelanjutan gula satu harga, kita masih terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak provinsi, jadi kami masih menunggu," katanya.

Selama ini pemenuhan kebutuhan pokok di daerah kawasan Pegunungan Tengah Papua diakui masih terhambat distribusi yang hanya lewat jalur udara. Meski pemenuhan kebutuhan pokok  di sejumlah daerah seperti Jayawijaya sudah disubsidi, namun masih terhambat modal belanja para pedagang.

“Pedagang Distrik Trikora belum menyerahkan dana untuk berbelanja kebutuhan. Kondisi itu membuat penerbangan ke Kampung Enggolok, Distrik Trikora, Jayawijaya belum bisa dilaksanakan, meski sudah  dilaunching sejak 21 November 2017,” kata Kepala dinas tenaga kerja, perindustrian dan perdagangan Jayawijaya, Semuel Munua.

Menurut dia disubsidi yang diberikan pemerintah hanya  penerbangan ke distrik, sedangkan biaya barang menjadi tanggungjawab pedagang yang harus membeli di Wamena sesuai dengan tempat yang telah ditunjuk.

“Baru diangkut dengan penerbangan subsidi perintis itu,” kata Semuel, menambahkan. (*)

loading...

Sebelumnya

Harga sagu dan ikan di Pasar Youtefa merangkak naik

Selanjutnya

Disperindag Pemprov Papua gelar pasar murah menjelang Natal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe