Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Dinas Pendidikan beri perhatian khusus dua kampung terisolir di distrik Ngguti
  • Rabu, 13 Desember 2017 — 17:51
  • 890x views

Dinas Pendidikan beri perhatian khusus dua kampung terisolir di distrik Ngguti

Selama ini kondisi jalan menuju dua kampung tersebut rusak berat. Ditambah lagi ada jembatan putus, sehingga akses transportasi makin sulit. “Memang ketika jalan dan jembatan rusak dan tak dapat dilalui kendaraan, dipastikan proses belajar mengajar di dua kampung itu tidak berjalan,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Felix Liem Gebze.
Kadis P dan P Merauke, Felix Liem Gebze, saat memberikan keterangan pers kepada wartawan – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Felix Liem Gebze, mengatakan dua kampung di Distrik Ngguti yakni Nakias dan Salamepe, sangat terisolir. Akibatnya, pelayanan pendidikan anak-anak disana tidak berjalan maksimal.

Hal itu disampaikan Felix kepada sejumlah wartawan, Rabu (13/12/2017).

“Kami sedang melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Merauke agar akses jalan maupun jembatan menuju dua kampung tersebut dapat dibuka,” katanya.

Selama ini, lanjut dia, kondisi jalanmenuju dua kampung tersebut rusak berat. Ditambah lagi ada jembatan putus, sehingga akses transportasi makin sulit.

“Memang ketika jalan dan jembatan rusak dan tak dapat dilalui kendaraan, dipastikan proses belajar mengajar di dua kampung itu tidak berjalan,” ungkapnya.

Dijelaskan, setelah jalan dan jembatan diperbaiki instansi terkait, salah satu program yang dijalankan adalah dengan membangun beberapa unit rumah guru. Itu dengan tujuan agar para guru betah tinggal di kampung sekaligus dapat melaksanakan tugasnya.

“Kami juga menyiapkan belasan sepeda motor untuk para guru di Distrik Ngguti. Tentunya  kepala sekolah maupun guru di dua kampung tersebut akan diberikan juga sehingga bisa lebih memudahkan untuk melaksanakan tugas, termasuk urusan ke distrik maupun kabupaten,” tuturnya.

Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke yang membidangi masalah pendidikan dan pemerintahan, Moses Kaibu, memberikan apresiasi terhadap Dinas Pendidikan yang cepat merespon berbagai persoalan berkaitan dengan proses belajar mengajar maupun fasilitas pendukung bagi tenaga guru.

“Saya berharap tidak hanya kampung-kampung di Distrik Ngguti yang diperhatikan. Tetapi di distrik lain juga termasuk di Distrik Waan, Kimaam,Tabonji, serta Ilwayab, juga diperhatikan. Karena disana banyak guru tak berada di tempat tugas,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Belum ditemukan pasien difteri di Merauke  

Selanjutnya

Lima kampung di distrik Muting sangat terisolir

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe