Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Pelantikan 14 kursi DPRP, sejarah baru OAP
  • Rabu, 13 Desember 2017 — 19:01
  • 1207x views

Pelantikan 14 kursi DPRP, sejarah baru OAP

"Ini sejarah orang asli Papua. Belum pernah ada pelantikan anggota DPR Papua melalui jalur pengangkatan," kata Emus, Rabu (13/14/2017).
Pelantikan 14 kursi oleh Ketua DPR Papua - Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Mantan ketua panitia khusus (pansus) 14 kursi DPR Papua, Emus Gwijangge mengatakan pelantikan 14 anggota DPR Papua dari jalur pengangkatan, Rabu (13/12/2017), merupakan sejarah baru untuk orang asli Papua (OAP).

Menurutnya, pelantikan 14 anggota DPR Papua dari lima wilayah adat itu, tak lepas dari peran berbagai pihak. Meski selama ini terjadi pro kontra, termasuk dalam lembaga dewan sendiri, bahkan sehari sebelum pelantikan, empat fraksi di DPR Papua meminta penundaan, namun tak mempengaruhi proses pelantikan.

"Ini sejarah orang asli Papua. Belum pernah ada pelantikan anggota DPR Papua melalui jalur pengangkatan," kata Emus, Rabu (13/14/2017).

Sebagai mantan ketua pansus 14 kursi DPR Papua, ia berterimakasih kepada masyarakat di lima wilayah adat di Papua yang mendukung proses selama ini.

"Kami berterimakasih juga kepada pansel provinsi dan lima wilayah adat, serta Pemprov Papua yang mendukung proses ini, begitu juga DPRP yang terus mendorong ini secara kelembagaan," ujarnya.

Menurutnya, meski ada fraksi di DPR Papua yang meminta penundaan, namun tidak mempengaruhi pelantikan. Tapi itu adalah hak politik mereka.

"Kemudian alasannya masalah dana, saya pikir itu bukan alasan tepat. Yang masuk inikan bukan orang dari ras lain, tapi mereka semua orang asli Papua. Tapi pro dan kontra itu dinamika. Biasa terjadi dalam lembaga dewan," katanya.

Salah satu anggota DPR Papua dari jalur pengangkatan yang dilantik, John NR Gobai mengatakan, ini adalah akhir penantian panjang. "Kami bersyukur manusia berkehendak lain, tapi Tuhan berkehendak lain melalui konsistensi DPR Papua," kata Gobai.

Meski sempat ada empat fraksi yang meminta penundaan pelantikan, namun ia menyatakan menghargai sikap politik itu.

"Itu hak politik mereka. Tapi akhirnya kami dilantik. Kami tidak akan berpikir kami ditolak dan menganggap mereka itu lawan dalam DPRP. Mari berpikir kesejahteraan masyarakat Papua," ujarnya.

Katanya, kehadiran 14 kursi melengkapi keistimewaan DPR Papua.

"Tidak perlu ada perbedaan dalam lembaga ini. Kamu datang dari mana dan saya datang dari mana. Kita sama-sama berbakti untuk masyarakat Papua," ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

APBD Papua dan 11 Raperdasi disahkan DPRP

Selanjutnya

Polda diingatkan tak diskriminatif tangani pertambangan di Nabire

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat