Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Saireri
  3. Tarif wajib lapor di jalan lintas Nabire bisa dibarter dua ekor ayam
  • Kamis, 27 Oktober 2016 — 17:03
  • 695x views

Tarif wajib lapor di jalan lintas Nabire bisa dibarter dua ekor ayam

Pos-pos tersebut antara lain, Pos Polisi Uwapa, Pos Kilo Seratus ada dua yakni Pos TNI dan Polisi hingga ke Moenamani (Dogiyai). Bahkan kalau tidak ada uang, tarif wajib lapor bisa di barter dengan dua ekor ayam.
Kapolsub Sektor Uwapa M. Ayomi (tengah) bersama angota DPRD Nabire - Jubi/Abraham
Titus Ruban
titus@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Nabire, Jubi – Kepala Kepolisian Sub Sektor Uwapa menjamin, pihaknya tidak akan melakukan pungutan liar (pungli) terhadap kendaraan lintas dari Nabire menuju pedalaman baik itu angkutan umum maupun truk serta kendaraan lainnya.

“Saya berupaya agar tidak ada pungli bagi kendaraan yang melintas ke daerah pedalaman oleh anggota,” kata  Kapolsub Sektor Uwapa Ipda Maichel Ayomi via seluler ketika diwawancarai Jubi, Rabu (25/10/2016).

Ayomi mengisahkan, sebelum bertugas di Polsub Sektor Uwapa ia sering mendengar pungli-pungli yang dilakukan oleh anggota. Dan ini bukan hanya di Uwapa saja namun hampir seluruh pos-pos polisi yang berada di pinggiran kota.

“Jadi sebagai Kapolsub sektor yang baru, saya ingin menata kembali hal-hal yang perlu dibenahi,” lanjutnya.

Khusus untuk mobil lintas, ia menegaskan bahwa Pospolsub Sektor Uwapa sudah bersih dari setoran dan tidak ada lagi pungli.

Ditempat terpisah. Ketua Komisi A DPRD Nabire Udin Mardin mengatakan kunjungan Komisi A DPRD ke Pospolsub Sektor Uwapa yang dilakukan pada Senin (24/10/2016) adalah sidak yang dilakukan pihaknya setelah mendengar laporan masyarakat terkait pungli yang dilakukan oknum anggota polisi.

“Menurut keterangan anggota polisi saat sidak, bahwa hal tersebut dilakukan dengan tujuan bahwa hasil pungli tersebut untuk biaya operasional. Membeli bahan bakar untuk penerangan karena belum ada lampu 1 kali 24 jam. Inikan alasan yang dibuat-buat,” kata Udin Mardin.

Lanjutnya, sebagai komisi yang bermitra dengan Polri dan TNI, ia berharap agar kedua pihat tersebut menghindari pungli dari masyarakat terutama kendaraan yang akan melintas. Terutama pos-pos yang berada di pinggiran kota.

“Dan kepada Kapospolsub Sektor Uwapa kami mengapresiasi usahanya dalam memberantas pungli di jajarannya. Dan kami sangat berharap pos-pos yang lainpun demikian,” katanya lagi.

Menurut informasi yang dihimpun,  tarif angkutan ke daerah pedalaman per mobil Rp. 100.000 per mobil. Baik itu mobil lintas, truk kayu maupun kendaraan lainnya yang melewati pos-pos Polisi dan TNI.

Pos-pos tersebut antara lain, pos polisi Uwapa, Pos kilo seratus ada dua yakni TNI dan Polisi hingga ke monamani(Dogiyai). Bahkan kalau tidak ada uang, tarif wajib lapor bisa di barter dengan dua ekor ayam.

Nabire, Jubi – Kepala Kepolisian Sub Sektor Uwapa menjamin, pihaknya tidak akan melakukan pungutan liar (pungli) terhadap kendaraan lintas dari Nabire menuju pedalaman baik itu angkutan umum maupun truk serta kendaraan lainnya.

“Saya berupaya agar tidak ada pungli bagi kendaraan yang melintas ke daerah pedalaman oleh anggota,” kata  Kapolsub Sektor Uwapa Ipda Maichel Ayomi via seluler ketika diwawancarai Jubi, Rabu (25/10/2016).

Ayomi mengisahkan, sebelum bertugas di Polsub Sektor Uwapa ia sering mendengar pungli-pungli yang dilakukan oleh anggota. Dan ini bukan hanya di Uwapa saja namun hampir seluruh pos-pos polisi yang berada di pinggiran kota.

“Jadi sebagai Kapolsub sektor yang baru, saya ingin menata kembali hal-hal yang perlu dibenahi,” lanjutnya.

Khusus untuk mobil lintas, ia menegaskan bahwa Pospolsub Sektor Uwapa sudah bersih dari setoran dan tidak ada lagi pungli.

Ditempat terpisah. Ketua Komisi A DPRD Nabire Udin Mardin mengatakan kunjungan Komisi A DPRD ke Pospolsub Sektor Uwapa yang dilakukan pada Senin (24/10/2016) adalah sidak yang dilakukan pihaknya setelah mendengar laporan masyarakat terkait pungli yang dilakukan oknum anggota polisi.

“Menurut keterangan anggota polisi saat sidak, bahwa hal tersebut dilakukan dengan tujuan bahwa hasil pungli tersebut untuk biaya operasional. Membeli bahan bakar untuk penerangan karena belum ada lampu 1 kali 24 jam. Inikan alasan yang dibuat-buat,” kata Udin Mardin.

Lanjutnya, sebagai komisi yang bermitra dengan Polri dan TNI, ia berharap agar kedua pihat tersebut menghindari pungli dari masyarakat terutama kendaraan yang akan melintas. Terutama pos-pos yang berada di pinggiran kota.

“Dan kepada Kapospolsub Sektor Uwapa kami mengapresiasi usahanya dalam memberantas pungli di jajarannya. Dan kami sangat berharap pos-pos yang lainpun demikian,” katanya lagi.

Menurut informasi yang dihimpun,  tarif angkutan ke daerah pedalaman per mobil Rp. 100.000 per mobil. Baik itu mobil lintas, truk kayu maupun kendaraan lainnya yang melewati pos-pos Polisi dan TNI.

Pos-pos tersebut antara lain, Pos Polisi Uwapa, Pos Kilo Seratus ada dua yakni Pos TNI dan Polisi hingga ke Moenamani (Dogiyai). Bahkan kalau tidak ada uang, tarif wajib lapor bisa di barter dengan dua ekor ayam. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Ini dia buah tangan dari Nabire untuk PON Papua 2020

Selanjutnya

Wakil Bupati Nabire dilaporkan dugaan ijazah palsu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua