Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Perbarindo: BPR Papua tumbuh positif 
  • Kamis, 14 Desember 2017 — 09:45
  • 690x views

Perbarindo: BPR Papua tumbuh positif 

“Ini bisa dilihat dari pertumbuhan aset dan bertambahnya jumlah kantor BPR yang sekarang menggeliat tumbuh meski hanya di perkotaan saja,” ujar Ketua Perbarindo Papua, Papua Barat, dan Maluku, Arif Windarto, kepada Jubi, Rabu (13/12/2017).  
Pembukaan BPR Anak Negeri Papua (ANP) oleh Sekda Provinsi Papua, beberapa waktu lalu - Jubi/Sindung 
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Papua, mencatat kinerja industri bank perkreditan rakyat (BPR)  Papua tumbuh positif di tengah persaingan usaha yang semakin ketat dan regulasi yang makin protektif.

Ketua Perbarindo Papua, Papua Barat, dan Maluku, Arif Windarto, mengemukakan pertumbuhan itu dilihat dari aset atau aktiva BPR yang menunjukkan trend positif selama dua tahun terakhir. 

“Ini bisa dilihat dari pertumbuhan aset dan bertambahnya jumlah kantor BPR yang sekarang menggeliat tumbuh meski hanya di perkotaan saja,” ujarnya kepada Jubi, Rabu (13/12/2017).  

Selain pertumbuhan yang signifikan, Perbarindo gencar melakukan edukasi kepada masyarakat tentang BPR. Buktinya, aset industri BPR khusus di Papua atau BPR pada Desember 2016 hingga Juli 2017 yang tumbuh sebesar 13 persen dari Rp 1.003.215 triliun menjadi Rp 1.092.475 triliun.

Sementara jumlah tabungan yang berhasil dihimpun hingga Juli 2017 mencapai Rp 107, 117 miliar atau tumbuh sebesar 13 persen dan deposito tumbuh sebesar 21  persen dari Rp 242.019 miliar menjadi Rp 300.484 miliar.

Jumlah nasabah yang sudah dilayani industri BPR mencapai 50.780 nasabah yang tersebar di seluruh Papua. 

"Kini BPR di Papua berjumlah tujuh dan jaringan sebanyak 20 unit kantor,” ujarnya.

Windarto mengaku hingga kini tingkat pengenalan masyarakat terhadap BPR dan bank perkreditan rakyat syariah (BPRS) dirasakan masih sangat kurang. Padahal BPR dan BPRS sama denga bank umum. 

"Perlu ada sebuah momentum untuk meningkatkan awareness dan pemahaman masyarakat terhadap perbankan khususnya industri BPR dan BPRS," katanya.

Terkait BPR, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Papua dan Papua barat, Misran Pasaribu, mengakui data Juni 2017 mengenai aset sebesar Rp 1,09 triliun, kredit Rp 0,9 triliun tumbuh 12,81 persen DPK Rp 0,41 triliun, NPL 2,29 persen, dan ldr 280 persen.

Secara kaseluruhan penyaluran kreditnya, Misran mengatakan berdasarkan kategori usaha terbagi menjadi mikro Rp 1,83 triliun, kecil Rp 3,6  triliun, menengah Rp 4,52 triliun, dan non UMKM sebesar Rp 14,7 triliun. 

Misran memaparkan khusus tabungan yang memiliki porsi terbesar dalam pembentukan DPK Papua. Secara tahunan, tabungan di Papua hingga Juni Rp 17,57 triliun, giro sebesar Rp 13,83 triliun, dan deposito sebesar Rp 8,95 triliun. (*)

loading...

Sebelumnya

Disperindag Papua gelar pasar murah

Selanjutnya

Gorden dan wallpaper, paling diminati pelanggan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe