Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Pendataan OAP, petugas lapangan kesulitan mendata di Perum Pemda Doyo Baru 
  • Kamis, 14 Desember 2017 — 16:54
  • 686x views

Pendataan OAP, petugas lapangan kesulitan mendata di Perum Pemda Doyo Baru 

"Tidak ada kejelasan dari pemilik rumah. Mereka malah menutup pintu dan enggan memberikan informasi kepada petugas yang datang. Hal ini jelas akan kami sampaikan kepada pemimpin daerah yang baru saja dilantik," ujar Kepala BPS Kabupaten Jayapura, Jefrry De Fretes.
Petugas BPS sedang mewawancarai dan mengumpulkan data dari salah satu OAP di Sentani - Jubi/Engel Wally  
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi - Pendataan Orang Asli Papua ( OAP) yang dilakukan sejak sebulan lalu oleh Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten Jayapura telah mencapai 95 persen. Artinya, semua pendataan yang diawali dari daerah pinggiran yang tersulit sudah selesai dilakukan, tersisa beberapa blok perumahan di wilayah perkotaan seperti Distrik Waibhu dan Sentani. 

Kepala BPS Kabupaten Jayapura, Jeffry De Fretes, mengatakan petugasnya kesulitan mendata di perumahan Pemda Doyo Baru yang ditinggali pegawai negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayapura. Saat petugas lapangan BPS tiba di perumahan Pemda, pemilik rumah malah tutup pintu dan tidak mau menerima pendataan yang akan dilakukan.

"Tidak ada kejelasan dari pemilik rumah. Mereka malah menutup pintu dan enggan memberikan informasi kepada petugas yang datang. Hal ini jelas akan kami sampaikan kepada pemimpin daerah yang baru saja dilantik," ujar Jefrry De Fretes, saat ditemui di kantornya, Kamis (14/12/2017).

Dari hasil pendataan ini, kata Jeffry De Fretes, tahun depan hasil pendataan OAP akan dikolaborasikan kembali dengan pendataan secara khusus masyarakat adat di daerah ini. Menurutnya, langkah yang dilakukan ini sangat penting bagi perencanaan pembangunan yang disusun pemerintah daerah tetapi juga sebagai sumber informasi yang akurat terkait keberadaan masyarakat adat di daerah ini.

"Selama ini orang hanya berteriak soal Otsus saja tetapi bentuk fisik dan kenyataan yang diharapkan masyarakat kita belum nampak jelas. Sejak Pemkab Jayapura mencanangkan kebangkitan masyarakat adat di daerah ini dan sudah berjalan selama beberapa tahun belakangan ini. maka inilah roh sesungguhnya dari otonomi khusus. Pendataan OAP yang sedang kita laksanakan adalah dasar dari informasi yang akan kita pilih untuk mengkhususkan jumlah OAP itu sendiri," jelasnya. 

Secara terpisah, Boaz Enok, seorang tokoh adat di daerah ini, mengatakan apa yang dilakukan BPS sangat tepat sehingga dalam pelaksanaan program pemerintah dapat bersinergi dan tepat sasaran.

"Di masa Otsus semua berteriak Otsus. Tetapi siapa yang mendapat hasilnya. Hal ini dipicu dengan banyaknya program dan anggaran yang turun di masyarakat tidak tepat sasaran. Karena yang mau turunkan uang atau program hanya asal-asalan saja karena ini uang otsus jadi. Dengan data yang akurat seperti yang dilakukan BPS, program yang direncanakan akan turun ke masyarakat tepat sasaran dan jelas berdampak positif kepada masyarakat," ungkapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pedagang pasar Pharaa minta air bersih dan penerangan

Selanjutnya

Pengajuan fasilitas kebersihan di pasar Pharaa, Perindag diminta transparan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe