Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Penyelundup Vodka Wamena hanya dihukum denda Rp 2 juta
  • Kamis, 14 Desember 2017 — 18:39
  • 2009x views

Penyelundup Vodka Wamena hanya dihukum denda Rp 2 juta

Putusan dijatuhkan oleh hakim tunggal Pengadilan Negeri Wamena, Roberto Naibaho, yang memutuskan ketiga terdakwa atas nama Erwin Rusdin, Sultan alias Andi Sultan, dan Sugeng dalam sidang tindak pidana ringan (Tipiring).
Pemusnahan ratusan botol vodka yang dilakukan kejaksaan negeri Wamena bersama kepolisian setempat-Jubi/Ist
Islami Adisubrata
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi –Tiga pelaku penyelundup ratusan minuman beralkohol jenis vodka ke Wamena  hanya dihukum denda Rp 2 juta oleh pengadilan negeri Wamena, Senin (11/12/2017).

Putusan dijatuhkan oleh hakim tunggal Pengadilan Negeri Wamena, Roberto Naibaho, yang memutuskan ketiga terdakwa atas nama Erwin Rusdin, Sultan alias Andi Sultan, dan Sugeng dalam sidang tindak pidana ringan (Tipiring).

“Berupa pidana denda masing-masing sebesar Rp 2 juta dengan ketentuan apa bila denda tersebut tidak dibayarkan maka diganti dengan pidana kurungan masing-masing selama tiga bulan,” kata Roberto.

Putusan hakim itu dinilai sangat ringan karena barang bukti 797 botol dan 32 ember cat ukuran 20 kilogram.

Kapolres Jayawijaya, Yan Pieter Reba menilai hukuman ini tidak seimbang dibandingkan perbuatan para pelaku. “Bayangkan jika 797 botol itu sampai ke masyarakat yang mabuk dan membuat keonaran dan tindakan kriminal,” kata Yan Pieter, Kamis (14/12/2017) .

Ia menilai nilai denda tidak seimbang dengan kerugian yang ditimbulkan dalam masyarakat. Ia berharap pemerintah dan DPRD Jayawijaya merevisi Perda larangan minuman beralkohol agar  hukuman lebih tinggi.

“Agar memberikan efek jera bagi para pelaku, selama ini hanya masuk dalam ranah tipiring sehingga tak ada efek jera bagi para pelaku yang mengirim miras ilegal,” kata Yan Pieter menjelaskan .

Revisi Perda miras dengan hukuman lebih berat itu dapat memberikan manfaat agar para pembuat miras dan  pemasok tidak megulangi tindakan. (*)

loading...

Sebelumnya

Jayawijaya genjot pelayanan kesehatan tingkat kampung

Selanjutnya

Dewan Jayawijaya akui Perda larangan Miras ompong

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe