Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Disperindag diminta intens cek harga kebutuhan
  • Kamis, 14 Desember 2017 — 22:29
  • 942x views

Disperindag diminta intens cek harga kebutuhan

Imbauan itu terkait menjelang Natal saat publik mengkonsumsi kebutuhan pangan lebih tinggi dari hari biasa.
Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal - Dok.Jubi
Alexander Loen
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Pemerintah Provinsi Papua mengimbau Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) provinsi, kabupaten dan kota, intens mengecek harga kebutuhan pokok di pasaran. Imbauan itu terkait menjelang Natal saat publik mengkonsumsi kebutuhan pangan lebih tinggi dari hari biasa.

“Disperindag harus bisa mengawasi harga-harga Bapok, apalagi menjelang perayaan hari-hari besar keagamaan di Papua,” kata Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, di Jayapura, Kamis (14/12/2017).

Imbauan Wagub itu dilakukan agar tidak ada distributor maupun pedagang yang menaikan harga sembarangan. “Karena kebutuhan masyarakat jelang hari raya keagamaan meningkat," kata Klemen menambahkan.

Menurut dia, satu-satunya cara menekan harga hanya lewat pengawasan terhadap harga-harga kebutuhan pokok, agar para pedagang dan masyarakat merasa peran serta pemerintah mengawasi dan menekan lonjakan harga saat perekonomian masyarakat membutuhkan.

Selain itu pemerintah bertugas menindak dan menetapkan operasi pasar. Namun, operasi pasar bukan hanya mencari barang-barang yang sudah kadaluarsa.

" Perindag harus pro aktif terutama bupati dan wali kota karena mereka yang mempunyai masyarakat,"katanya.

Klemen mengimbau para pedagang tidak mengambil kesempatan menaikan harga kebutuhan pokok menjelang hari raya keagamaan yang dapat mempengaruhi inflasi.

"Inflasi ini juga disebabkan karena para pedagang menjual barang terlalu mahal. Katakan satu minuman segar harganya naik sampai 200-300 persen, padahal transportasi saja saat ini sudah lancar," kata Klemen menjelaskan. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemprov Papua ancam sanksi pengusaha tak bayar THR

Selanjutnya

IKASUP diharapkan semakin solid

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe