Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Survey LIPI buktikan perbedaan persepsi tentang Papua antara OAP dan non OAP
  • Kamis, 14 Desember 2017 — 22:42
  • 2925x views

Survey LIPI buktikan perbedaan persepsi tentang Papua antara OAP dan non OAP

Survei juga diikuti oleh 2% warga asli papua, 3% penduduk Papua non-asli, dan 95% warga di luar Papua. Persentase tersebut cukup reflektif terhadap populasi pengguna internet.
Ilustrasi aksi demonstrasi rakyat Papua - Dok. Jubi
Victor Mambor
Editor :
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Change.org melakukan survei online persepsi publik selama 3 minggu pada November lalu. Survei ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana publik dalam hal ini warganet memandang masalah-masalah yang terjadi di Papua, isu-isu apa yang menjadi perhatian mereka, serta sejauh mana pemahaman mereka tentang isu-isu di tanah Papua.

Survei tersebut diikuti oleh lebih dari 27 ribu responden, 61,5% laki-laki, 38,5% perempuan. Sekitar 51% responden berpendidikan S1, 25% lulusan SMA/ sederajat, 13% lulusan S2 dan sisanya gabungan antara lulusan SD, SMP sederajat, D3, S3 dan lainnya.

Survei juga diikuti oleh 2% warga asli papua, 3% penduduk Papua non-asli, dan 95% warga di luar Papua. Persentase tersebut cukup reflektif terhadap populasi pengguna internet.

Data dipilah lagi menjadi 3 kelompok responden: (1) Warga Papua Asli, (2) Warga Papua non-asli, dan (3) Warga Indonesia di luar Papua. Persepsi diantara ketiga kelompok ini cukup berbeda.

Misalnya, saat ditanyakan “Bagaimana kondisi Tanah Papua saat ini?”, 62% warga luar Papua menjawab “Mengkhawatirkan” dan “Tidak Tahu”; 63% penduduk Papua Non Asli menjawab “Baik” dan “Baik Sekali”, sedangkan hampir 70% warga Papua asli menjawab “mengkhawatirkan” dan “sangat mengkhawatirkan”.

Perbedaan serupa juga muncul saat ditanyakan apa masalah terbesar di Tanah Papua. Jawaban tertinggi dari warga luar Papua (14%) adalah kualitas pendidikan yang rendah, penduduk papua non-asli (12,8%) menjawab miras dan narkoba; sedangkan warga Papua asli (14%) menjawab pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Perbedaan persepsi tentang kondisi papua ini menunjukkan bahwa kondisi papua masih bermasalah, dinilai aman bagi pendatang karena banyak tentara, namun tidak aman bagi orang asli karena pelanggaran HAM”, kata Cahyo Pamungkas dari tim Kajian Papua, LIPI.

“Berdasarkan hasil survei, permasalahan di papua tidak hanya pendidikan, kemiskinan dan miras, namun juga pelanggaran HAM (8%). Oleh karena itu, penyelesaian persoalan papua tidak bisa dilepaskan dari penyelesaian HAM, baik dengan cara pengadilan ataupun rekonsiliasi,” lanjutnya.

Salah satu poin penting yang juga muncul dari survei ini adalah, meskipun terdapat perbedaan persepsi dari masing-masing kelompok responden, hampir semuanya (93%) menilai bahwa dialog nasional “penting” dan “penting sekali” untuk mencari solusi bagi masalah-masalah yang ada. Semua kelompok juga menilai bahwa Presiden Joko Widodo (40%) dan Masyarakat Papua (12%) memegang peranan kunci dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada di Tanah Papua. (*)

loading...

Sebelumnya

Mahasiswa ancam boikot Bandara di Papua

Selanjutnya

AMP Semarang tetap desak Presiden selesaikan kasus pelanggaran HAM Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe